Waspada Gelombang Tinggi Hingga 4 M di Sejumlah Perairan

oleh

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) merilis peringatan dini potensi gelombang tinggi pada 27 – 28 April 2021 yang akan terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia.

Kepala Bagian Humas BMKG Akhmad Taufan Maulana mengungkapkan, terdapat pola sirkulasi di Laut Arafuru timur Kepulauan Aru. Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari Selatan – Barat dengan kecepatan angin berkisar 5 – 15 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan umumnya bergerak dari Timur – Tenggara dengan kecepatan angin berkisar 5 – 20 knot.

“Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan selatan Jawa dan Samudra Hindia barat Lampung – selatan Jawa,” katanya dalam keterangan resmi, Selasa (27/4).

Baca juga: Australia Belum Masuk Daftar Koridor Perjalanan RI

Adapun, kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan gelombang setinggi 1,25-2,5 meter (sedang) yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan utara Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeulue – Nias, perairan Bengkulu, Samudra Hindia barat Aceh – Nias, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Bali – Lombok – Alas bagian selatan, perairan selatan Bali – Sumba, perairan Pulau Sawu, Laut Sawu bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, Samudra Hindia selatan Pulau Sumbawa – Pulau Sawu, perairan utara dan timur Kepulauan Talaud, perairan utara dan timur Kepulauan Halmahera, Laut Halmahera, perairan utara Papua barat – Papua, Samudra Pasifik utara Halmahera – Papua.

Beberapa wilayah perairan lainnya juga berpotensi mengalami gelombang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 – 4 meter (tinggi). Wilayah perairan tersebut di antaranya adalah perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Enggano – barat Lampung, Samudra Hindia barat Kep. Mentawai – Lampung, perairan selatan Selat Sunda, perairan selatan Jawa, Samudra Hindia selatan Jawa – Bali.

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m). (H-3)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *