Wapres Ingatkan Peran Zakat di Masa Pandemi

oleh

WAKIL Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengingatkan peran zakat yang dapat menjadi alat untuk menahan penurunan daya beli masyarakat, khususnya pada masa pandemi covid-19.

“Peran ini (zakat) seiring dengan berbagai bantuan sosial yang telah dikucurkan pemerintah selama pandemi,” ujar Ma’ruf saat membuka Munas ke-9 Forum Zakat secara virtual, Kamis (3/6).

Lebih lanjut, Wapres menguraikan tantangan besar yang dihadapi lembaga amil zakat. Pertama, kemampuan bersinergi dan berkolaborasi dengan program pemerintah. Terutama, isu pengentasan kemiskinan dan kesejangan sosial. Apalagi, saat ini pemerintah berupaya mendorong roda perekonomian yang terdampak pandemi.

Baca juga: Baznas: Pembayaran Zakat Fitrah Naik 24% karena Digitalisasi

“Presiden Jokowi telah mengamanatkan agar kemiskinan ekstrem di Indonesia dapat diturunkan mencapai 0% pada akhir 2024. Di sisi lain, permasalahan kemiskinan bersifat multidimensional, yang penanganannya membutuhkan waktu dan peran dari berbagai pihak,” imbuh Ma’ruf.

Kedua, pengelolaan zakat yang akuntabel, tepat sasaran dan terstandar secara global. Adapun tantangan ketiga ialah pemberdayaan zakat terhadap peningkatan kualitas hidup mustahik (penerima zakat).

“Kemiskinan tidak hanya mengenai persoalan ekonomi, namun juga melibatkan sektor lain. Seperti, akses pendidikan, kesehatan dan lapangan kerja. Selain itu, kemampuan setiap individu untuk dapat pulih dan keluar dari kemiskinan juga berbeda,” jelasnya.

Baca juga: Zakat Fitrah Penyempurna Puasa Ramadan

Pada acara bertajuk “Menguatkan Komitmen Kolaborasi Pemberdayaan Masyarakat”, dia tak lupa mengapresiasi Forum Zakat yang turut mengembangkan zakat di Indonesia. “Terima kasih kepada Forum Zakat atas peran dan sumbangannya terhadap pengembangan zakat. Semoga membawa kemanfaatan dan kesejahteraan yang besar bagi masyarakat Indonesia,” kata Wapres.

Sebelumnya, Ketua Umum Forum Zakat Bambang Suherman menyampaikan dukungan terhadap agenda pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Dukungan itu diwujudkan dalam berbagai upaya peningkatan kompetensi dan kapasitas amil zakat.

Berikut, pendampingan terhadap organisasi pengelola zakat (OPZ) untuk memastikan program pemberdayaan masyarakat berorientasi pada pengentasan kemiskinan. Serta, penciptaan ekosistem gerakan zakat yang mendorong kolaborasi pemberdayaan masyarakat antar-OPZ di daerah.(OL-11)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *