Umi Pipik Ungkap Titik Terendah dalam Hidupnya, Kecewa pada Tuhan

oleh

TABLOIDBINTANG.COM – Pipik Dian Irawati atau Umi Pipik mengungkap titik terendah dalam hidupnya. Dalam bincang-bincang bersama Venna Melinda, Umi Pipik mengaku hancur hatinya saat mendengar kabar suaminya, Ustadz Jefri Al Buchori meninggal karena kecelakaan motor.

Umi Pipik mengatakan, saat duka itu datang dirinya sempat tak percaya. Ibu empat anak itu pun membutuhkan waktu lama untuk bisa kembali normal menjalani aktivitasnya.

“Saya enggak makan dari mulai Uje tabrakan, ke rumah sakit malam harinya, lalu siang disalatkan di Istiqlal sampai malamnya lagi saya enggak makan,” ungkap Umi Pipik di kanal YouTube Venna Melinda Chanel belum lama ini.

Mantan model itu menceritakan, sebelum suaminya meninggal dunia, ia tidak diizinkan untuk bekerja. Umi Pipik diminta untuk tetap di rumah selama 24 jam dalam 7 hari untuk menemani anak-anaknya.

Pipik Dian Irawati (Seno/tabloidbintang.com)

Hal itu kemudian membuat Umi Pipik tidak siap ketika Uje meninggal dunia. Bahkan wanita yang kini memutuskan untuk bercadar itu sempat bertanya besar kepada sang Pencipta.

“Saya dulu hampir 24 jam di rumah bersama anak-anak. Mau ngambil job jadi host juga tidak boleh sama beliau. Begitu dia meninggal saya jadi tidak siap. Anak saya masih kecil-kecil, kenapa dia yang diambil? Nanti saya cari nafkah di mana?” ungkap Umi Pipik.

Di tengah rasa bimbang dan kecewa berkepanjangan, Umi Pipik mengaku seperti mendapatkan tamparan keras dari anaknya. Saat itu, Adiba yang baru berusia 13 tahun menyadarkannya.

“Sampai akhirnya Adiba bisikin saya dengan kalimat, ‘Memang kalau Umi begini terus bisa bikin Abi hidup lagi?’ Saya seolah-olah tertampar. Kok bisa ya dia mikir begitu. Dulu saya 10 tahun Ibu saya meninggal saya enggak bisa berpikir seperti itu. Saya marah sama Allah, tidak setegar ini,” pungkas Umi Pipik.

(pri)

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *