Tingkatkan Kompetensi Guru Lewat Wardah Inspiring Teacher

oleh

PT Paragon Technology and Innovation terus mendukung upaya memajukan dunia pendidikan Tanah Air. Lewat program Wardah Inspiring Teacher (WIT), guru-guru dari berbagai daerah di Indonesia diajak untuk mengikuti pelatihan peningkatan kompetensi dan kapasitas sebagai guru inspiratif.

Head of Corporate Communication & CSR Paragon Suci Hendrina mengungkapkan bahwa tahun ini merupakan kali keempat pihaknya menggelar WIT. Sebelumnya sudah pernah digelar pada tahun 2017, 2019 dan 2020.

“Tahun ini kita memperpanjang waktu pendaftaran sampai tanggal 22 Juni. Silakan mendaftarkan diri atau merekomendasikan guru anda yang menginspirasi anda,” ungkapnya dalam kegiatan Fellowship Journalisme yang digelar Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) pada Rabu (9/6).

Baca juga: Hotel Distop, Nakes Covid-19 Pindah ke Gedung SMK Perhotelan

Dijelaskannya, setiap guru diberi kesempatan untuk mendaftarkan diri. Masyarakat atau murid pun bisa merekomendasikan guru yang mereka anggap menginsipirasi selama menempuh pendidikan.

Program tersebut, lanjut Suci akan berlangsung selama Juli hingga Desember 2021. Para guru akan mendapat pelatihan dari para pakar pendidikan dan juga praktisi. Bahkan guru yang terpilih diajak untuk mengikuti praktik pendidikan di luar negeri.

Selama pelatihan mereka mendapat materi seperti strategi pembelajaran campuran, merancang media pembelajaran  merdeka belajar, dan membuat media pembelajaran merdeka belajar. Para guru akan diberikan pelatihan terkait membangun inovasi, identifikasi masalah, membuat prototipe untuk belajar bagi murid. Hasilnya nanti berorientasi kepada murid dan akan terus berdampak dalam jangka panjang.

“Mudahan-mudahan program ini bisa menciptakan guru inspiratif. Diharapkan pada tahun 2021 ini bisa menyaring lebih banyak lagi mitra dan peserta, sehingga lebih banyak penggerak di daerahnya masing-masing,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Suci mengatakan bahwa program tersebut merupakan semangat dari para founder Paragon untuk berkontribusi bagi dunia pendidikan Indonesia. Pihaknya menyadari bajwa untuk melahirkan SDM bangsa yang unggul, guru menjadi salah satu kunci utamanya.

“Ketika kita bicara pendidikan, kita bicara generasi penerus, generasi masa depan. Kontribusi Paragon hanya sebagian dari kontribusi bersama semua elemen bangsa memajukan pendidikan,” tuturnya.

Baca juga: Setiap Kebijakan Pemerintah Perhatikan Kemaslahatan Publik

Ketua Yayasan Guru Belajar (YGB) Budi Setiawan Muhammad selaku mitra WIT mengatakan program tersebut dapat membantu para guru dalam mengatasi berbagai masalah pembelajaran di kelas. Lantas, para guru diajak untuk memaafaatkan program pelatihan yang digelar secara cuma-cuma itu untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas hingga kreatifitas dan inovasi.

“Di satu sisi ini membantu murid dalam proses pembelajaran di kelas sekaligus membantu guru itu sendiri dalam mengatasi masalahnya,” ucapnya.

Menurutnya, saat ini memanh banyak program pelatihan guru yang digelar baik oleh pemerintah maupun swasta. Namun yang berbeda dari WIT adalah, program ini digelar tidak karena penugasan dengan insentif tertentu. Artinya para guru mengikuti pelatihan bukan karena motivasi dari dalam dirinya.

Kemudian, WIT juga tidak hanya menghadirkan para pakar, tetapi banyak pihak. Selaib itu, program tersebut bukan kompetisi di mana ada persaingan tetapi lebih pada berbagi pengalaman baik dari para mentor maupun sesam guru.

“Ini bisa soal motivasi didorong dari sisi murid. Bayangkan untuk jadi peserta harus dapat rekomendasi dari murid yang merasa gurunya itu memberi inspirasi,” imbuhnya.

Sementara itu, alumini WIT 2020 Ika Ayu Pratiwi mengisahkan bagaimana dirinya direkomendasi oleh mantan murid-muridnya yang saat ini sudah duduk di bangku kuliah. Lantas, hal itu menambah motivasi dalam dirinya untuk terus mengembangkan media belajar.

Guru PAUD, pernah membuat media belajar dari barang-barang rongsokan seperti kardus dan lainnya. Meski tidak mendapat respons positif dari teman gurunya, dia justru sangat dikagumi oleh murid-murid lantaran media belajarnya tidak membuat mereka bosan dan mudah dipahami anak. Melalui WIT, potensinya tersebut terus didukung dan dikembangkan menjadi lebih kreatif lagi.

“Dapat pelatihan ini saya semakin yakin bisa mengembangkan media yang saya buat sejak awal di 2012. Saya dapat dorongan sehingga bisa kembangkan lagi dan jadilah media yang saya beri mama ‘Karena Cinta’,” tuturnya.

“Saya tidak pernah menyangka media ini dapat membatu orang tua dan murid-murid saya selama ini,” tambah Ika.

Alumni lainnya, Anggi Rizka Pustika mengakui bahwa pelatihan yang ia dapat dari WIT sangat membantu dirinya. Dengan mengikuti program tersebut dia menerapkan long life education. Artinya, meski sudah menjadi guru harus terus belajar, terus mengembangkan kapasitas.

“Manfaatnya masih terasa sampai sekarang. Selain mengajar di sekolah, saya juga sering diminta menjadi pembicara dalam berbagai kegiatan. Tentu untuk sharing, berbagi pengalaman dan pengetahuan,” terangnya.

Guru Sekolah Dasar Bogem 02 Kalasan, Yogyakarta tersebut merupakan alumni WIT 2019 yang mendapat kesempatan belajar praktik di New Zealand. Di sana dirinya mendapat pengalaman baru terkait dunia pendidikan negara tersebut.(H-3)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *