Tersingkir di Prancis Terbuka, Swiatek Alihkan Fokus ke Olimpiade

oleh

UPAYA petenis Polandia Iga Swiatek mempertahankan gelar Prancis Terbuka berakhir pada Rabu,(9/6) waktu Paris. Menghadapi petenis Yunani Maria Sakkari di perempat final, Swiatek tidak mampu merebut tiket semifinal setelah kalah 4-6 dan 4-6.

Setelah berjuang selama 1 jam 35 menit, kekalahan itu menghentikan rekor luar biasa Swiatek yang  sebelumnya tidak kehilangan satu set pun sejak Roland Garros musim lalu.

“Ya jelas saya tidak memainkan tenis terbaik saya. Maria melakukan pekerjaan dengan baik, ia memanfaatkan forehand saya yang tidak bekerja dengan baik hari ini. Bagus baginya karena melihat kekurangan saya, dia memiliki taktik yang bagus,” ucap Swiatek dikutip dari WTA, Kamis (10/6).

Baca juga: Barbora Krejcikova, Bintang Baru Tenis Rep Ceko

“Pujian untuknya karena dia membuat saya benar-benar merasa buruk. Dia melakukan permainan dengan baik hari ini,” imbuhnya.

Meski gagal mempertahankan gelar Prancis Terbuka, petenis berusia 20 tahun itu mengaku tetap bangga atas kerja kerasnya sejauh ini setelah mampu melenggang hingga babak perempat final.

“Tahun ini, saya mendapatkan lebih banyak tekanan. Tetapi saya juga melakukanya dengan baik karena sudah mencapai perempat final dan itu adalah pencapaian yang baik,” sebutnya.

“Saya telah menunjukkan konsistensi pada permainan saya, jelas saya tahu bahwa saya bisa bermain lebih baik dari hari ini. Tapi yang paling penting sekarang adalag mengambil pelajaran dari pertandingan ini, dan jangan biarkan itu terjadi lagi,” tuturnya.

Dengan turnamen Grand Slam Wimbledon akan dimulai kurang dari tiga pekan lagi,  Swiatek mengatakan ia tidak berharap banyak dengan turnamen lapangan rumput itu. Ia justru menyebut fokus selanjutnya adalah Olimpiade Tokyo yang akan dimainkan di lapangan keras, Juli mendatang.

Swiatek adalah juara junior Wimbledon pada 2018 lalu dan dia akan memainkan undian utama untuk kedua kalinya dalam kariernya di turnamen yang digelar di Inggris itu pada akhir Juni ini.

Terlepas dari kesuksesan juniornya ia mengatakan hanya ingin bersenang-senang di sana.

“Olimpiade adalah tujuan saya berikutnya karena saya tidak tahu bagaimana permainan saya di lapangan rumput,” jelas Swiatek

“Saya bahkan tidak tahu apakah saya ingat bagaiman bermain di (lapangan) rumput, jadi saya tidak menaruh harapan di sana dan saya hanya akan bersenang-senang,” sambungnya.

Adapun atas kekalahan Swiatek di babak perempat final Roland Garros, dapat dipastikan Grand Slam Prancis Terbuka 2021 untuk sektor tunggal putri akan memiliki juara baru.

Saat ini sudah ada empat semifinalis yang bersiap merebut gelar Grand Slam Prancis Terbuka pertama mereka yakni Maria Sakkari (Yunani), Barbora Krejcikova (Rep Ceko), Anastasia Pavlyucenkova (Rusia), dan Tamara Zidansek (Slovenia). (WTA/OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *