Tanah Abang Dipadati Warga, Ekonom : Efek Pencairan THR dan Bansos

oleh

EKONOM Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat, kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, karena didasari beberapa hal. Seperti cairnya Tunjangan Hari Raya (THR) oleh perusahaan dan bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

“Karena memang adanya THR yang sudah mulai dibagikan secara penuh, kemudian bantuan dari pemerintah seperti Bantuan Sosial Tunai (BST) dan bansos lain yang sudah disalurkan,” ungkap Yusuf kepada Media Indonesia, Minggu (2/5).

Seperti diketahui, beberapa perusahaan sudah membagikan THR ke pegawainya jelang lebaran pada pertengahan Mei. Soal BST misalnya, Pemprov DKI Jakarta dalam akun instagram @dkijakarta menyatakan telah mencairkan dana bantuan tahap empat itu mulai Jumat (30/4) sebesar Rp300 ribu. Pencairan BST tahap empat itu bakal ditransfer langsung ke rekening penerima.

Yusuf juga mengatakan, faktor lain yang menyebabkan Pasar Tanah Abang dipadati warga karena dianggap sebagai faktor seasonal atau musiman jelang Hari Raya Idul Fitri.

“Faktor seasonal ini umumnya masyarakat memang memanfaatkan momentum lebaran untuk berbelanja,” ucapnya.

Selain itu, Yusuf melihat kondisi seperti juga dianggap menunjukkan beberapa kelompok masyarakat memiliki pendapatan yang sudah jauh lebih membaik dibandingkan dengan tahun lalu.

Terpisah, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 menyesalkan kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Masyarakat berkerumun untuk berbelanja kebutuhan jelang lebaran.

Kegiatan berbelanja itu mestinya bisa dicegah dengan memperhatikan protokol kesehatan ketat. Sehingga, momentum Idul Fitri tidak memperburuk situasi pandemi Covid-19

“Saya sangat menyayangkan kondisi ini,” kata juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito. (Ins/OL-09)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *