Taman Kehati Eroniti Lestari di Lahan Karst

oleh

INDONESIA merupakan salah satu negara dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Keanekaragaman hayati meliputi banyak hal, di antaranya keanekaragaman makhluk hidup, peranan ekologis, keanekaragaman ekosistem, keanekaragaman spesies, dan keanekaragaman genetik. 

Keanekaragaman tersebut patut dijaga, dirawat dan lestarikan. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan menciptakan kawasan khusus.


Baru-baru ini, Taman Kehati Eroniti diresmikan. Taman itu adalah buah kerja sama Danone Specialized Nutrition Indonesia melalui PT Sarihusada Generasi Mahardhika (Sarihusada) dengan Institut Pertanian Stiper (Instiper) Yogyakarta. 

Taman Kehati Eroniti berlokasi di Desa Karangasem, Ponjong, Gunung Kidul, DIY. Kolaborasi itu merupakan upaya penyelamatan berbagai spesies tumbuhan asli lokal yang terancam kelestariannya dan bisa mengakibatkan kepunahan.


“Ketika bumi kita sehat, ia bisa menjadi tempat yang lebih baik bagi kehidupan untuk ditinggali. Maka dari itu, kami berkomitmen untuk membangun upaya yang dapat melestarikan planet yang sehat salah satunya dengan pelestarian Taman Kehati ini, sambil mendorong penerapan kebiasaan makan, pemenuhan nutrisi dan minum yang lebih sehat,” kata Kepala Pabrik Sarihusada Yogyakarta Factory, Arif Sosiawan.


Taman Kehati Eroniti menjadi salah satu kawasan pencadangan sumber daya alam hayati lokal di luar kawasan hutan khususnya bagi kelestarian tumbuhan maupun satwa di dalamnya. 

Selain menjaga jenis-jenis langka tetap lestari, Taman Kehati Eroniti juga berfungsi sebagai penyedia nutrisi dan cadangan pangan bagi ekosistem sekitarnya. Wadah khusus itu juga mempunyai kaitan dengan pembangunan nasional.


Direktur Bina Pengelolaan ekosistem Esensial KLHK Asep Sugiharta mengungkapkan keanekaragaman hayati bersifat dapat diperbarui. Sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan sebagai sumber daya yang penting bagi pembangunan nasional.


“Taman keanekaragaman hayati merupakan salah satu alternatif efektif untuk memulihkan ekosistem, meningkatkan keanekaragaman hayati lokal, dan mendukung konservasi flora dan fauna di luar kawasan hutan. Khusus di Gunung Sewu, Kabupaten Gunung Kidul yang berkarakter Karst, tentunya Taman Kehati ini memiliki keunikan tersendiri dalam penanganannya,” katanya.


Dekan Fakultas Kehutanan Instiper Sugeng Wahyudiono menjelaskan nama Eroniti diambil dari salah satu dari 10 nama gunung  yang mengelilingi kawasan Gunung Kidul. Eroniti berasal dari bahasa jawa yaitu iron berarti perjuangan dan niti berarti melihat. 

Eroniti dapat diartikan melihat perjuangan masyarakat desa untuk membangun kawasan wisata, hutan rakyat, serta berbagai goa yang berada di Kelurahan Karangasem.

“Taman Kehati Eroniti dibangun dengan pendekatan pemberdayaan masyarakat. Selain menjadi tempat penelitian dan edukasi tentang keanekargaman hayati, di Taman Kehati ini masyarakat juga diberi kesempatan berpartisipasi ikut mengembangkan taman kehati, membangun obyek wisata berupa goa maupun wisata berbasis eco-wisata,’ tandasnya.


Taman Kehati Eroniti berada di lahan karst seluas 10 ha. Ekosistem karst merupakan tangki besar penyimpan air tawar serta berbagai biota gua yang dapat berfungsi sebagai sistem pendukung penyedia cadangan pangan. 

Terdapat 23 jenis flora yang ditemukan di kawasan Taman Kehati yang memiliki fase lengkap mulai dari semai, sapihan, tiang dan pohon. Selain itu juga ada dua jenis burung langka yaitu Walet Linchi dan Cekakak Jawa yang dilindungi UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, PP No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. (OL-8)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *