Sumbar Belajar Budidaya Udang ke Lampung

oleh

GUBERNUR Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah belajar dari Lampung yang sukses dalam perikanan. Saat ini Lampung juga sudah mensuplai udang untuk kebutuhan internasional. Sementara di Sumatra Barat baru memulai dan Lampung sudah lebih dahulu maju 15 tahun.

“Untuk itu tentu pengalaman-pengalaman dari Lampung ingin kita dapatkan, sehingga hal positif dari sini akan mengangkat perekonomian di Sumatra Barat,” kata Mahyeldi, Jumat (11/6).

Mahyeldi mengatakan saat ini Lampung dinilai sukses dalam pengelolaan perikanan yang dapat menjadi inspirasi pengembangan perikanan di Sumatra Barat.

” Kita menilai selain udang, di Lampung masih banyak komoditas yang juga sudah maju dan berkembang seperti singkong, sapi, pisang, jagung dan lainnya. Dengan banyak hal positif di Lampung dan sudah lama berkembang, kami memilih Lampung didalam mendapatkan berbagai pengalaman. Termasuk dengan udang kita baru mulai bahkan belum tertuang dalam RTRW tentang tambak udang,” ungkap Mahyeldi

Ke depan, Mahyeldi berharap untuk dapat terus bersinergi dengan Provinsi Lampung sekaligus menjalin kerjasama yang baik memajukan pembangunan daerah.

“Pemerintah Provinsi Sumatra Barat diharapkan untuk segera menuangkan kerja sama dengan Provinsi Lampung sehingga kita bisa terus bersinergi,” harapnya

Sementara itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menjadikan Provinsi Lampung sebagai tujuan benchmarking sangatlah tepat dan hal-hal lainnya karena Sumbar juga memiliki potensi tersebut.

Lampung merupakan penghasil komoditas unggulan udang di tingkat nasional bahkan dunia. Di saat pandemi Covid-19, Lampung mampu mengendalikan perekonomian terutama ketersediaan pangan.

“Ketika dalam posisi situasi sulit karena Covid-19 yang berdampak pada ekonomi, namun Lampung tetap dalam posisi aman. Termasuk dalam pemenuhan kebutuhan DKI Jakarta,” ujar Gubernur Arinal.

Terkait budidaya tambak udang, Arinal mengatakan bahwa ekspor produk perikanan Provinsi Lampung pada Tahun 2020 sebesar 17.487,8 ton atau senilai Rp2,305 triliun. Dan 85,26% dari komoditas ekspor tersebut adalah udang. “Volume ekspor udang sebesar 14.910,9 ton, dengan negara tujuan Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa,” katanya.

baca juga: Sumbar

Arinal menyebutkan berdasarkan perbandingan volume ekspor perikanan Provinsi Lampung triwulan 1 Tahun 2020 dengan Triwulan I Tahun 2021 mengalami peningkatan volume ekspor sebesar 4,7%. “Hal ini menjadi catatan bahwa komoditas perikanan menjadi kegiatan usaha yang menjanjikan dan cenderung stabil dalam situasi pandemi,” lanjutnya.

Selain itu, pengembangan udang di Lampung juga dilirik oleh pemerintah pusat salah satunya Kementerian Koperasi dan UKM. (N-1)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *