Subardi Ajak Warga Tes Serologi Pascavaksin

oleh

PROGRAM vaksinasi di Indonesia terus bergerak cepat. Data dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 per 20 April menunjukkan jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia mencapai 12.280.765. Kementerian Kesehatan menyebut angka ini membawa Indonesia di posisi pertama sebagai negara dengan jumlah suntik vaksin terbanyak di Asia Tenggara.

Namun demikian,  anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Subardi mengajak setelah vaksinasi perlu tes serologi, atau tes imun untuk mendeteksi tingkat kekebalan terhadap serangan Covid-19.

“Ini penting untuk melihat tingkat keberhasilan vaksinasi. Kita bisa mengetahui apakah vaksin di tubuh kita sudah menghasilkan antibodi (kebal) terhadap Covid-19,” kata Subardi usai tes serologi di Intibios laboratorium,  Jalan Godean, Gamping, Sleman, Minggu (2/5).

Subardi mendatangi Intibios Laboratorium yang merupakan satu-satunya laboratorium yang mampu menyelenggarakan tes serologi antibodi netralisasi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Wakil rakyat dari Dapil Yogyakarta itu merespon baik layanan serologi ini.

“Dengan tes berbasis ilmiah ini, kita bisa tahu seberapa cepat her immunity terbentuk usai vaksinasi,” jelasnya.

 

Ketua DPW NasDem DIY itu menilai semakin banyak masyarakat yang inisiatif tes serologi, semakin efektif program vaksinasi dalam memutus mata rantai penyebaran Covid.

“Saya berharap tes serologi semakin diminati masyarakat. Selain itu, masyarakat juga perlu memilih laboratorium yang modern, profesional, dan kredibel,” tambahnya.

Dokter Intibios Lab, Kezia Dewi menjelaskan cara kerja serologi yakni mengambil darah pasien untuk diproses di laboratorium. Hasil laboratorium akan mendeteksi antibodi di dalam Imunoglobulin M (IgM) dan Imunoglobulin G (IgG) terhadap virus Covid-19. Hasil tes serologi ini akan berupa positif atau negatif. Kalau hasilnya positif, tubuh pasien sudah mengandung antibodi (dengan persentase berbeda-beda). Sedangkan bila negatif, pembentukan imun tubuh setelah divaksin belum sempurna.

“Kalau negatif, berarti reaksi vaksin belum bekerja sempurna untuk menangkal virus. Tetapi apapun hasilnya, tes serologi ini membuat pengendalian covid lebih terukur,” jelas dokter muda itu.

baca juga: Vaksinasi Covid-19

General Manager, Thomas Handoyo mengatakan, layanan tes serologi ini  baru satu-satunya di Yogyakarta. Pihaknya kini melayani 200 sampel serologi setiap harinya dengan tarif Rp300 ribu sekali tes. Ia juga  mengatakan antusiasme masyarakat mulai tampak selama sepekan terakhir.

“Mulai ada kesadaran untuk dites serologi. Perlu diketahui layanan kami adalah Serologi Antibodi Netralisasi yang khusus mendeteksi antibodi Covid sesuai rekomendasi WHO,” pungkas Handoyo. (OL-3)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *