SMK Model PGRI 1 Mejayan Gali Potensi Ekonomi Porang

oleh

DULU tanaman porang dinilai tidak menjadi pilihan petani untuk dibudidayakan. Namun, saat ini umbi tanaman dengan nama latin Amorphophallus muelleri banyak dicari karena miliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Peluang ekonomis itulah yang dimanfaatkan SMK PGRI 1 Mejayan, Madiun, Jawa Timur. Oleh pihak sekolah, para siswa diajang untuk mengolah umbi porang menjadi berbagai macam produk seperti Sampun memaparkan, porang dapat diolah menjadi berbagai macam produk seperti bakso, tahu, dan lain sebagainya.

Kepala Sekolah SMK PGRI 1 Mejayan, Sampun Hadam menyatakan pihaknya memberi kesempatan kepada siswa untuk mengolah porang untuk disulap menjadi barang bernilai ekonomi. Tidak hanya siswa, jelas Sampun, sekolah juga melibatkan petani.

“Konsepnya seperti ini. Kami mengembangkan rumah produksi sementara petani menyediakan bahan baku. Hasil olahan porang kemudian diserahkan kepada petani agar  mendorong munculnya UMKM baru dari produk porang ini,” ungkap Sampun.

“UMKM ini diharapkan jadi UMKM milenial. Karena itu rumah produksi ini kita kemas dengan bagus, pakai standar ekspor,” imbuhnya.

Lebih jauh, Sampun menyakini peluang produk yang berbahan baku porang memiliki potensi ekspor. Tiongkok dan Jepang merupakan dua negara yang dinilai bisa menjadi pasar produk olahan porang.

“Saat ini, hasil olahan kita baru ada dua jenis yaitu dalam bentuk chip kering dan bentuk makanan. Makanan itu yang saat ini kita persiapkan ekspor dalam bentuk nabati yaitu bahan untuk membuat bakso atau bahan pengganti daging hewan (daging nabati),” papar dia. (RO/OL-15)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *