Sejumlah Klaster Covid-19 Bermunculan Di Banyumas dan Purbalingga

oleh

SEJUMLAH klaster Covid-19 muncul di Banyumas dan Purbalingga, Jawa Tengah (Jateng). Di Banyumas terdapat klaster tarawih sedangkan di Purbalingga ada klaster ponpes dan hajatan.

Di Banyumas, terdapat dua klaster salat tarawih yatu di Desa Pekaja, Kecamatan Kalibagor dan di Desa Tanggeran, Kecamatan Somagede. Di Pekaja jumlah kasus mencapai 45 sedangkan di Somagede 7 kasus positif.

Dari 45 orang yang positif Covid-19 di Desa Pekaja, satu orang menjalani perawatan di rumah sakit sedangkan yang lainnya menjalani karantina du Balai Diklat Baturraden. Sementara di Desa Tanggeran, warga yang mengidap Covid-19 menjalani isolasi mandiri.

Menanggapi hal ini, Bupati Banyumas Achmad Husein mengatakan pihaknya sudah melakukan berbagai antisipasi, salah satunya adalah tracing dan melaksanakan tes swab PCR. “Untuk sementara masjid dan musala disterilkan dengan  melakukan penyemprotan disinfektan,” katanya.

Sedangkan di Purbalingga, 25 santri Ponpes Al Asmuaiyyah Kecamatan Bukateja dinyatakan positif Covid-19. Mereka sudah dikarantina di dalam ponpes.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono, kasus covid-19 diketahui pada saat dilakukan skrinning terhadap siswa SMA Bukateja untuk persiapan pembelajaran tatap muka (PTM). Dari skrinning tersebut, awalnya diketahui ada 8 siswa yang positif dari skrinning 19 siswa.

Kemudian dilanjutkan melakukan skrinning terhadap 80 anak dan didapatkan ada 17 siswa positif. “Totalnya ada 25 siswa yang positif dan  sekarang sudah dikarantina,” jelasnya.

Sedangkan klaster pengajian terjadi di Desa Tanalum, Kecamatan Rembang. Ada 18 warga positif covid-19 dari 25 warga yang dites antigen.

Hanung mengatakan bahwa pada awalnya, ada salah seorang warga yang mengikuti pengajian di Pekalongan. Ternyata, warga yang ikut pengajian di Pekalongan tersebut positif covid-19.

Mereka kini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dinkes telah meminta kepada petugas puskesmas dan Satgas PPKM mikro untuk melakukan pemantauan, sehingga dipastikan kalau isolasi mandiri berjalan dengan baik. (OL-15)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *