Ribuan Santri Idrisiyyah Tasikmalaya Pulang Kampung

oleh

RIBUAN santri Pondok Pesantren Idrisiyyah di Kampung Pagendingan, Desa Jatihurip, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, dipulangkan menggunakan bus dan kendaraan lainnya untuk menuju kampung halaman masing-masing. Kepulangan tersebut diwarnai isak tangis teman mereka di Tasikmalaya.

Pantauan Media Indonesia di lokasi Pondok Pesantren Idrisiyyah, sebanyak 1.200 santri dipulangkan ke kampung halaman dengan menumpang bus dan minibus yang disediakan pengelola pesantren dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Selama satu bulan penuh, santri akan berada di kampung halaman dan baru kembali ke pesantren pada 2 Juni 2021 mendatang.

Baca juga: Gibran Tindak Tegas Lurah yang Memungli Zakat Warga

Seorang santriwati, Rein Hirana, 17, warga Sumedang, mengatakan dirinya senang sekali dipulangkan dari Pondok Pesantren untuk Lebaran di Kampung halaman tapi sebelumnya memang ada perasaan cemas tidak bisa pulang setelah semua ruas jalan disekat di berbagai daerah. Akan tetapi, dengan ada kepulangan tersebut, dirinya sangat bangga dan berjanji tetap belajar di rumah.

“Kami senang teman-teman juga bisa pulang ke kampung halaman dan saya juga memang banyak terima kasih kepada pemerintah telah memberikan pertimbangan bagi para santri di Indonesia,” katanya, Minggu (2/5).

Santri lainnya, Ilyas, 17, mengatakan, bagi anak-anak yang menangis tersebut sedih karena ditinggal selama sebulan oleh kakak-kakak santri putri yang selama ini mengajar ngaji warga sekitar pondok pesantren. Namun, berbagai upaya akan tetap dilakukan oleh santri lainnya.

“Mungkin mereka sedih ditinggal oleh kakak santri putri yang biasa mengajar mengaji warga sekitar dan memang satu bulan itu akan lama, tapi semuanya akan dilakukan oleh para santri yang tinggal di Tasikmalaya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan Menengah Pesantren Al-Idrisiyyah Ustaz Cecep Hidayatullah mengatakan semua santri yang dipulangkan ke kampung halaman mereka itu tercatat 1.200 orang terdiri dari 1.000 santri untuk pendidikan tingkat menengah dan 200 santri pendidikan tingkat tinggi.

Kepulangan itu dilakukannya pada momen lebaran 1442 Hijriah dan libur panjang bagi mereka.

“Untuk santri yang dipulangkan ada 50% dari Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Cianjur, Bogor, Purwacaraka, Subang, Bekasi, Pangandaran, Tanggerang, Cirebon, Majalengka, Jakarta, Bandung, Purwakarta, Semarang termasuk 50% dari Jateng, Jabar dan Jatim. Namun, santri yang berasal dari luar Pulau Jawa sudah dipulangkan lebih awal ke Kalimantan, Papua, dan Sulawesi karena dikawatirkan tidak dapat tiket pesawat untuk pulang. Akan tetapi, santri saat kembali wajib melakukan pemeriksaan swab dan antigen,” paparnya. (OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *