Rektor UGM Ajak Semua Pihak Dukung Program Merdeka Belajar

oleh

PROGRAM Merdeka Belajar Kampus Merdeka dinilai dapat menghadirkan perubahan signifikan dalam sistem pendidikan nasional. Untuk itu, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Panut Mulyono mengajak semua pihak untuk medukung program yang diusung Kemendikbudristek di bawah pimpinan Nadiem Makarim itu.

“Dukungan warga kampus merupakan kunci keberhasilan program ini di samping dukungan dari semua pemangku kepentingan seperti dunia usaha dan industri,” ucapnya dalam keterangan resmi, Senin (3/5).

Panut menerangkan, bimbingan dan arahan dari dosen kepada mahasiswa sangat penting dalam Kampus Merdeka, karena akan menentukan hasil yang diperoleh mahasiswa. Kemudian, peran serta mahasiswa untuk mau membuka diri mengikuti beragam program yang ada juga menjadi penentu keberhasilan program itu.

Program-program yang dapat diikuti oleh mahasiswa meliputi pertukaran mahasiswa, magang, mengajar di sekolah, penelitian, membangun desa, studi mandiri, kewirausahaan, proyek kemanusiaan, dan bela negara.

“Mengingat banyaknya ragam kegiatan di luar kampus yang dapat diikuti oleh para mahasiswa maka pemilihan kegiatan mana yang sebaiknya diikuti oleh mahasiswa hendaknya adalah kegiatan yang mendukung dan melengkapi kompetensi program studi,” pesan Rektor.

Dalam rangka menyukseskan program Merdeka Belajar ini, UGM berkomitmen mejadi Kampus Merdeka Terarah. Komitmen ini akan diwujudkan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan, seperti Peraturan Rektor No. 14 Tahun 2020 tentang Kerangka Dasar Kurikulum yang memberi tempat untuk pelaksanaan program Merdeka Belajar di seluruh program sarjana dan sarjana terapan, selain bidang kesehatan.

Berikutnya juga telah dibentuk tim yang bertugas menyiapkan berbagai pedoman pelaksanaan serta mengawal penyelenggaraan program-program Merdeka Belajar di UGM. Sehingga, Merdeka Belajar diharapkan akan memperkaya keilmuan para mahasiswa dengan wawasan di luar ilmu inti program studi dan menambah soft skill sebagai bekal untuk terjun ke dunia kerja dan bermasyarakat.

“Merdeka Belajar juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi dalam solusi persoalan bangsa selagi para mahasiswa masih berada di bangku kuliah,” kata dia.

Lebih lanjut Panut menerangkan, departemen dan prodi sebagai pemilik kurikulum diberi wewenang penuh untuk mengambil dan meramu opsi-opsi yang diistilahkan sebagai jalur merdeka penuh, jalur kombinasi dan jalur biasa.

Segala keleluasaan yang diberikan untuk berkreasi dalam melaksanakan Merdeka Belajar, menurutnya, perlu dijaga agar tidak justru menghasilkan sarjana generalis yang tidak memiliki kedalaman ilmu di bidangnya, dan merugikan mahasiswa maupun masyarakat sebagai pihak yang memerlukan keahlian khusus dari lulusan.

Selain itu, kurikulum program studi di UGM harus tetap memenuhi standar internasional yang ditunjukkan dengan perolehan akreditasi internasional bagi program studi di UGM.

“Di saat inilah kedisiplinan dalam menjaga mutu pendidikan dan pengajaran perlu terus kita tingkatkan. Seperti apa yang disampaikan oleh Ki Hadjar Dewantara, di mana ada kemerdekaan disitulah harus ada disiplin yang kuat,” tandasnya.(H-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *