Puncak Kenaikan Kasus Aktif Pascalebaran Terjadi Akhir Juni

oleh

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprediksi puncak kenaikan kasus aktif covid-19 pascalibur lebaran akan terjadi pada akhir Juni.

 

Prediksi tersebut didasarkan pada data-data yang dikumpulkan dari kejadian-kejadian sebelumnya.

 

“Berdasarkan pengalaman di setiap libur panjang sebelumnya seperti natal dan tahun baru, idul fitri, puncak kenaikan kasus aktif itu terjadi pada 5-7 pekan setelahnya. Jadi, kemungkinan puncak kenaikan kasus terjadi akhir bulan ini,” ujar Budi di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (31/5).

 

Saat ini, peningkatan sudah mulai terlihat dari semula 90 ribu kasus pada masa sebelum Ramadan menjadi 100 ribu kasus.

 

Hal tersebut pun sudah dilaporkan kepada Presiden Joko Widodo. Budi mengatakan kepala negara langsung memberi sejumlah instruksi untuk segera dilaksanakan.

 

Yang pertama dan paling utama adalah memastikan seluruh daerah tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

 

Kemudian, presiden juga meminta Satgas Penanganan Covid-19, Kementerian Kesehatan dan seluruh pihak terkait menyiapkan ketersediaan temapt tidur di fasilitas kesehatan.

 

Budi menuturkan, saat ini, sudah terjadi kenaikan angka keterisian tempat tidur (bed occupancy rate/BOR) secara nasional dari sebelumnya di bawah 20 ribu menjadi 25 ribu.

 

“Ada kenaikan 20%,” ucapnya.

 

Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak kahawatir lantaran Indonesia memiliki kapasitas hingga 72 ribu tempat tidur.

 

Yang terakhir, presiden memberikan arahan untuk mengakselerasi program vaksinasi di seluruh wilayah di Tanah Air.

 

Kementerian Kesehatan mencatat, hingga 31 Mei, sebanyak 27 juta dosis vaksin sudah disuntikkan kepada masyarakat.

 

“Alhamdulillah bulan ini kita memiliki stok sekitar 20 juta. jadi, kalau dibagi 30 hari, kita bisa melakukan 500 ribu suntikan per hari. Jadi, saya minta ke seluruh gubernur, kepala daerah, bupati, wali kota, segera mempercepat program vaksinasi. Prioritaskan lansia karena banyak di daerah seperti Kudus, Sumatera Selatan, yang meninggal akibat covid-19 itu lansia,” pungkasnya. (OL-8)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *