Properti bukan cuma Jual Gambar, Harus Beri Bukti

oleh

STRATEGI pemasaran properti dengan memberikan bukti pembangunan di saat pandemi seperti saat ini dinilai akan lebih meyakinkan konsumen. Apalagi bila ditambah dengan komitmen pengembang kepada konsumen untuk menyegerakan progres pembangunan. 

Tidak hanya pembangunan unit propertinya semata, tapi juga pembangunan infrastruktur di dalam kawasan maupun di luar kawasan, terutama yang terkait dengan aksesibilitas. 

Anton Sugianta, Direktur Wida Agung Group yang kini tengah mengembangkan perumahan Widari Village di Kawasan Legok, Tangerang, Banten, termasuk salah satu yang sepakat dengan itu. Menurutnya, pembangunan infrastruktur di dalam area perumahan termasuk salah satu faktor penting dalam menggaet minat konsumen. 

Di Widari Village pun, menurut dia, pembangunan infratruktur menjadi salah satu yang diutamakan, selain kecepatan pembangunan unit. Anton menerangkan, di kawasan itu sudah terlihat selesai pembangunan jalan boulevard maupun di dalam klaster dengan dilengkapi lampu penerangan jalan dan juga pintu gerbang yang megah. 

“Kami tak hanya menjual gambar, tapi memberikan bukti nyata dengan progres pembangunan,” tegasnya dalam keterangan pers, Selasa (1/6).

Menurutnya, konsep pemasaran dengan tidak mengobral janji tapi memberikan bukti pembangunan saat ini lebih meyakinkan konsumen. Apalagi didukung dengan konsep Widari Village yang berbeda dari perumahan lainnya, khususnya dengan harga Rp400 jutaan.

Anton menjelaskan Widari Village bakal terdiri dari 1.000 unit yang terbagi dalam tiga klaster di lahan seluas 15 hektare. “Infrastruktur seperti jaringan listrik dan drainase tertanam rapi di bawah tanah,” imbuhnya. 

Sebelumnya, Wida Agung Group mengadakan acara pengambilan nomor urut pemesanan (NUP) rumah tahap pertama sebanyak 149 unit. Selain itu, juga diadakan acara peresmian rumah contoh atau show unit di lokasi proyek Widari Village yang berada di Legok, Tangerang. Acara yang digelar dengan protokol kesehatan ketat ini dihadiri banyak konsumen yang antusias melihat langung proyek Widari Village. 

“Hingga saat ini konsumen yang sudah melakukan NUP sebanyak 110 unit dan kebanyakan mereka adalah end user karena harga yang kita tawarkan mulai dari Rp400 jutaan hingga Rp800 jutaan,” terang Anton.

Terkait peresmian rumah show unit, Widari Village membangun 8 unit rumah contoh yang mewakili seluruh tipe rumah yang ditawarkan Widari Village. Alhasil, konsumen yang datang akan lebih mudah memilih unit rumah yang diinginkannya sesuai kebutuhan dan kemampuan beli konsumen.

Menurut Anton, show unit ini merupakan bagian dari strategi pemasaran yang dilakukan Widari Village dalam memasarkan produk. Persaingan segmen harga menengah ini cukup ketat, mereka pun memberikan sesuatu yang beda dengan show unit beragam agar konsumen mendapatkan informasi riil terkait desain arsitektur, interior hingga layout rumah.

Sementara itu Rita Megawati, Konsultan Pemasaran dari LJ Hooker Gading Serpong yang menjadi kordinator pemasaran Widari Village menyatakan pihaknya juga berkomitmen pada konsumen untuk menyegerakan progres pembangunan. 

“Salah satunya berkomitmen membangun selama 12 bulan, setelah konsumen melakukan perjanjian jual beli,” jelas Rita.

Soal infrastruktur di luar kawasan juga tak perlu ditanya. Pembangunan jalan tol Serpong–Balaraja yang saat ini pembangunnya tengah berlangung dengan panjang mencapai 39,8 kilometer tentunya akan memudahkan dan membuat kawasan yang dilintasinya kian berkembang. 

Dalam pengembangannya, Tol Serpong–Balaraja akan dibangun dengan III seksi/tahapan. Ada pun seksi/tahap I dibangun BSD City (Serpong) – Legok dengan panjang 11,3 kilometer. 

Seksi/tahap ke II yang menghubungkan Legok – Tigaraksa selatan sepanjang 10,7 kilometer. Kemudian yang terakhir seksi/tahap ke III dengan panjang 17,8 km yang menghubungkan Tigaraksa Selatan – Balaraja. (RO/X-12)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *