Postingan Salat Tarawih Malah Tuai Hujatan Netizen, Chacha Frederica Buka Suara

oleh

TABLOIDBINTANG.COM – Unggahan foto Chacha Frederica tengah salat tarawih berjemaah di Pendopo Kabupaten Kendal Jawa Tengah menuai hujatan dari netizen. Ada dua hujatan yang terkait foto tersebut.

Yaitu Chacha dianggap riya karena posting salat dan aurat Chacha terlihat saat salat. Menanggapi beragam komentar julid netizen di kolom komentar, istri Bupati Kendal akhirnya buka suara.

Ia mengaku sengaja memposting sedang salat tarawih karena sudah lama, ia tidak salat berjemaah di luar rumah. Kerinduannya untuk salat berjemaah akhirnya terobati di hari itu.

(Instagram)

“Jujur kemarin saya terlalu semangat dan terlalu senang, juga terlalu rindu salat jemaah bareng di luar rumah. Senang banget! Tahun lalu nifas enggak bisa salat plus sedih lihat masjid-masjid benar-benar tutup, kan tahun lalu,” ungkap Chacha Frederica.

“Kalau kalian enggak bisa senang lihat muslim lain senang, ya sudah enggak apa-apa. Saya sharing karena saya senang dan bahagia banget. Tapi kalau pikiran kalian mikir saya riya-riya karena ibadah saya, terserah. Itu urusan kalian dengan pikiran kalian,” sambungnya.

Chacha Frederica lebih lanjut menjelaskan saat itu bukan dirinya saja yang dipotret. Melainkan semua yang ada di acara Safari Ramadhan didokumentasikan pihak Dinas Kominfo Kendal.

(Instagram)

(Instagram)

Jadi kemarin itu saya Safari Ramadhan, enggak cuma saya yang difoto, semua yang ada di acara itu Insya Allah difoto. Ada @dinas_kominfokendal juga buat dokumentasi,” terangnya.

Chacha Frederica mengaku selama Ramadan baru kali ini ia memposting foto sedang salat. Herannya, langsung mendapat respons negatif dari netizen maha benar dan maha suci.

“Mohon dimaafin aja kalau saya ada salah yaa. Semoga derajat kalian semua jauh lebih baik di Mata Allah azza wa Jalla,” Chacha mendoakan netizen.

(ind)

 

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *