Polisi Belgia Tembakkan Meriam Air ke Demonstran Antilockdown

oleh

POLISI Belgia menembakkan meriam air dan gas air mata, Sabtu (1/5), untuk membubarkan ratusan orang yang menggelar aksi antilockdown covid-19 di Brussels.

Saat sore hari, mayoritas demonstran telah membubarkan diri namun polisi mengatakan 15 orang telah ditahan, satu demonstran terluka karena meriam air dan dua polisi juga terluka.

Demonstran, yang mayoritas kaum muda itu, menggunakan cerawat dan menunjukkan spanduk anti masker, melakukan aksi lanjutan dari aksi bulan lalu yang mereka sebut Boum 2.

Baca juga: Ratusan Warga Protes Pembatasan Covid-19 di Finlandia dan Swedia

Pemerintah Brussels mengatakan jumlah demonstran yang hadir ada sekitar 1.500 orang namun banyak di antara mereka hanya menonton aksi itu dan hanya 700 yang benar-benar melakukan aksi demonstrasi.

Perdana Menteri Belgia Alexander de Croo mendesak agar warga menghindari lokasi demonstrasi dan ratusan polisi diterjunkan untuk membersihkan taman yang dijadikan lokasi aksi.

“Kami melihat protokol kesehatan tidak dijalankan,” ungkap polisi Belgia lewat Twitter setelah pesawat nirawak yang dilengkapi pelantang meminta demonstran menggunakan masker dan menjaga jarak.

“Polisi Brussels, kini, akan membersihkan lokasi demonstrasi,” lanjut polisi. (AFP/OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *