Petani Pisang di Brebes Keluhkan Harga yang Merosot

oleh

PETANI pisang di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, mengeluhkan harga pisang yang saat ini merosot tajam. Akibatnya, petani mengalami kerugian yang tidak sedikit.

     

Merosotnya harga pisang diketahui saat rombongan pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Brebes, mengunjungi sekaligus menyapa petani pisang di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari tersebut. Desa ini merupakan salah satu sentra tanaman pisang di Jawa Tengah.

     

Harga pisang yang sebelumnya mencapai Rp5.000 saat ini hanya Rp1.200/kg. Itu pun dalam pemasarannya terkendala gegara masa pandemi Covid-19 yang hingga kini masih belum mereda.

Baca Juga: DPRD Brebes Tetap akan Upayakan Insentif Nakes

“Kalau penyebabnya saya kira ini masih ada hubungannya dengan pandemi Covid-19 dimana kadang juga transfortasinya mengalami kesulitan apalagi waktu musim Lebaran lalu yang ada penyekatan-penyekatan,” ujar Sunanto, petani pisang dalam diskusi dengan pengurus DPD Nasdem Brebes.

     

Sunanto menuturkan, kondisi tersebut diperparah dengan pengairan yang tidak maksimal. Karena saat masuk musim kemarau sulit mendapatkan air. “Untuk mengairi tanaman pisang harus ada diesel untuk menyedot air dengan membuat sumur pantek. Mau mengambil air dari Sungai Cisanggarung harus melalui saluran irigasi yang juga membutuhkan pompa air/diesel yang lebih besar untuk bisa disalurkan menggunakan paralon,” tutur Sunanto.

Sunanto menyampaikan, ada lagi yang tidak kalah pentingnya, peralatan lainnnya seperti traktor untuk mengolah tanah ketika akan memulai menanam pisang. “Kalau mengolah tanahnya pakai traktor lebih cepat dan efisien,” ucap Sunanto.

     

Untuk mengatasi persoalan harga yang merosot perlu ada kerja sama dengan pihak lain. “Akan susah kalau untuk mengatasi harga pisang yang saat ini sedang merosot kalau hanya dilakukan oleh petani. Harus ada kerja sama pihak lain baik pemerintah daerah atau siapa pun,” ujar Tarwanto, simpatisan Partai Nasdem yang ikut dalam rombongan.

     

Dalam diskusi yang dipandu Wakil Ketua DPD Partai Nasdem Brebes Bidang Pertanian, Peternakan dan Kemaritiman Atmo Suwito itu, Tarwanto juga memberi solusi lainnya. Yakni dalam hal pemasaran agar petani lebih aktif, tidak menunggu tengkulak yang datang. 

     

“Atau lebih baik lagi jika petani bisa menjual pisangnya sudah dalam bentuk olahan, misalnya dibikin keripik pisang dengan kemasan yang bagus sehingga bisa didapat nilai lebih,” terang Tarwanto.

     

Road show yang dilakukan pengurus DPD Partai Nasdem ke area tanaman pisang milik petani di Desa Kedungneng, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes yang dipimpin Sekretaris DPD Partai Nasdem Brebes, Slamet Abdul Dhofir tersebut, juga diikuti sejumlah pengurus DPD Partai Nasdem Brebes lainnya. (JI/OL-10)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *