Pesawat Militer Myanmar Jatuh, 12 Orang Tewas

oleh

PESAWAT militer Myanmar yang membawa seorang biksu dan beberapa donatur ke sebuah acara keagamaan jatuh di wilayah tengah negara, diduga akibat cuaca buruk. Junta melaporkan 12 orang tewas akibat insiden tersebut.

“Pesawat yang membawa enam awak dan delapan penumpang, jatuh sesaat sebelum mendarat di kota Pyin Oo Lwin,” kata juru bicara junta Zaw Min Tun dalam sebuah pernyataan.

Rekaman yang disiarkan oleh media lokal menunjukkan puing-puing berserakan di sekitar tubuh pesawat yang tergeletak di tanah terbuka dan gumpalan kecil asap mengepul ke atas.

“Responden darurat dapat menyelamatkan seorang anak laki-laki dan seorang sersan dari awak pesawat,” ujar pernyataan tersebut, menambahkan bahwa korban telah dikirim ke rumah sakit militer terdekat untuk dirawat.

“Kavisara, biksu terkemuka dari biara Zay Kone dekat ibu kota Naypyidaw, dan tujuh pendonor pergi ke Pyin Oo Lwin untuk membuka kebaktian,” jelasnya.

Pyin Oo Lwin adalah rumah bagi Akademi Dinas Pertahanan, tempat para perwira tinggi militer dilatih.

Pemimpin Junta Min Aung Hlaing adalah lulusan akademi tersebut. Dia mengunjungi biara dan memberi penghormatan kepada biksu utamanya pada 2 Februari, media pemerintah melaporkan, sehari setelah menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi dalam sebuah kudeta.

Myanmar telah berada dalam kekacauan sejak itu, dengan protes massa yang mengguncang kehidupan sehari-hari dan membuat ekonominya melonjak.

Para biksu Buddha di negara itu memimpin perjuangan sebelumnya melawan kekuasaan militer tetapi terbagi atas kudeta Februari, dengan beberapa pemimpin agama terkemuka membela junta baru.

Militer telah berusaha untuk memadamkan protes anti-kudeta massal dengan tindakan keras yang telah menewaskan lebih dari 800 warga sipil, menurut kelompok pemantau lokal.

Myanmar yang memiliki sektor penerbangan terbelakang dan musim hujan di negara itu telah menyebabkan masalah bagi penerbangan komersial serta militer di masa lalu.

Sebuah pesawat militer jatuh ke Laut Andaman pada 2017, menewaskan 122 orang di dalamnya dalam salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan dalam sejarah negara itu. Pihak berwenang menyalahkan cuaca buruk.

Dan pada 2015, sebuah pesawat penumpang Air Bagan keluar dari landasan di tengah cuaca buruk dan hujan lebat. Seorang penumpang dan satu orang di darat tewas. (Straitstimes/OL-13)

Baca Juga: Penembakan di Toserba Florida, Tiga Orang Tewas


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *