Peralihan Musim, Longsor dan Puting Beliung Ancam Cianjur

oleh

TANAH longsor dan angin puting beliung diwaspadai berpotensi terjadi diKabupaten Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan prediksi, saat ini diperkirakan memasuki peralihan musim alias pancaroba.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cianjur, Dedi Supriadi, menuturkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi saat ini sudah memasuki kemarau. Namun, lanjut Dedi, pada kenyataannya, cuaca panas beberapa hari terakhir masih dibarengi hujan.

“Ini berdasarkan data dari BMKG, sudah akan memasuki musim kemarau. Tapi pada kenyataannya masih terjadi hujan. Kondisi ini tentu berpotensi menimbulkan kerawanan bencana, termasuk di Cianjur,” kata Dedi, Selasa (4/5).

Pernyataan Dedi cukup beralasan. Sebab, saat kemarau, kontur permukaan tanah biasanya akan merekah atau retak-retak sehingga membuat rongga rongga udara.

“Yang kami khawatirkan itu, rongga-rongga pada tanah ini bisa dimasuki air saat turun hujan. Nah, kondisi ini bisa berpotensi menimbulkan pergerakan tanah hingga longsor,” beber mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ini.

Potensi bencana lainnya yakni pohon tumbang. Pada situasi dan kondisi cuaca sekarang saat peralihan musim, hembusan angin biasanya akan bergerak cepat. “Ini tentu akan menimbulkan terjadinya angin kencang dan memicu potensi pohon tumbang,” jelasnya.

Dedi menyebutkan indeks risiko kebencanaan di Kabupaten Cianjur relatif masih tinggi. Kondisi tersebut didasari masih terdapatnya wilayah permukiman penduduk yang berada daerah perbukitan dengan kontur tanah labil.

“Jadi, kami mewaspadai semua kecamatan di Cianjur itu rawan berpotensi bencana. Makanya, pada situasi dan kondisi apapun, kita siaga bencana itu di semua kecamatan,” jelasnya.

Dari semua kecamatan, lanjut Dedi, ada beberapa wilayah yang intensitas kebencanaannya relatif cukup tinggi. Di Kecamatan Cipanas misalnya, kawasan Desa Ciloto merupakan salah satu titik yang berisiko tinggi rawan bencana tanah longsor dan pohon tumbang di jalur nasional.

“Sedangkan di wilayah selatan, daerah-daerah tertentu memang sering kali terjadi longsor. Mulai dari Kecamatan Cibeber menuju ke Campaka, Pagelaran, Sukanagara, dan lainnya,” pungkasnya. (OL-15)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *