Peragaan Busana Digelar di Tengah Sawah di Magelang

oleh

SEJUMLAH desainer kondang Tanah Air mencoba bangkit dari krisis ekonomi akibat pandemi covid-19 dengan menggelar peragaan busana di hamparan sawah wisata Svargabumi di daerah Magelang, Jawa Tengah, Senin (3/5).

Peragaan busana pertama sejak pandemi itu menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan covid-19.

Peragaan busana itu digagas Desainer Athan Siahaan. Acara tersebut mengusung tema ‘When Culture Meet Nature’. Hal itu mengandung pesan berupa ajakan untuk menghargai karya. Sebab, budaya yang tercipta berasal dari alam yang dijaga.

Baca juga: Layanan Komunikasi di Papua Terhenti Bukan Kesengajaan

“Pesan dari Pagelaran When Culture Meet Nature adalah bahwa kita harus selalu menghargai dalam melakukan dan menciptakan sebuah karya. Karena Budaya yang Arif tercipta dari alam yang kita jaga,” ungkap Athan, Senin (3/5) malam.

Selain Athan Siahaan, desainer lain yang juga unjuk karya di ajang peragaan busana tersebut adalah Ariesanthi, Lenny Hartono, Stefan Adji, Ucok M Sirait, Rachel Wang, Linda Susanti, Dimas Santoeso, dan Yayan Arsa.

Menurut Athan, kekuatan Lokal yang sangat potensial untuk diunggulkan adalah sumber daya masyarakat lokal yang bisa dieksplorasi secara global.

Potensi fashion nusantara sendiri di mata global disambut antusias dan positif. Hal itu amat menjanjikan untuk mengangkat ekonomi para pengerajin Wastra nusantara.

Pada tiap karyanya, para desainer mencoba memadupadankan kearifan para leluhur nusantara, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas ke Pulau Rote.

Disampaikan Athan, fesyen adalah designer itu sendiri. Fesyen adalah sebagai cerminan karya. Athan sendiri menampilkan karyanya dengan tema The Queen Of Toba.

Ia mengutarakan kesulitan yang dialami para desainer di masa pandemi ini. Para fesyen desainer Indonesia banyak yang terpuruk lantaran orderan baju sangat minim. Karenanya, fashion show ini merupakan langkah terobosan para desaigner untuk bangkit. Diharapkan ini menjadi role model untuk acara sejenisnya.

“Tujuan acara ini adalah untuk mengangkat kearifan lokal dengan visi misi untuk meningkatkan ekonomi kreatif ditengah pandemi,” katanya. (OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *