Pemkab Malang Garap Desa Stunting dan Rawan Pangan Bersamaan

oleh

PEMERINTAH Kabupaten Malang, Jawa Timur, bakal menuntaskan tujuh desa rawan pangan dan desa stunting bersamaan tahun ini. Kepala Seksi Ketersediaan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang Renny Kusumawati mengatakan sesuai data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Malang ada 50 desa stunting dan 87 desa rawan pangan.

Problematika desa itu dikawinkan, lalu muncul 7 desa yang masuk rawan pangan dan stunting sesuai indikator di Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan. Tujuh desa itu tersebar di Kecamatan Ngajum, Pujon, Lawang, Singosari dan Dampit. “Tujuh desa itu justru masuk prioritas tiga atau desa perkotaan,” tegas Renny Kusumawati, Kamis (10/6).

Ia menjelaskan problematika desa rawan pangan tersebut harus segera dituntaskan agar naik level menjadi desa mandiri. Sesuai prioritas yang harus ditangani, lanjutnya, desa rentan pangan ada 87 desa atau 22,3% dari total 378 desa dan 12 kelurahan.

Baca Juga: Pakar Gizi : Produksi dan Konsumsi Susu Berkualitas Cegah Stunting

Sedangkan indikator rasio lahan di sejumlah desa rentan itu sekitar 21,03%, rasio sarana prasarana pangan 15,38%, rasio penduduk miskin 19,49%, rasio rumah tangga tanpa air bersih 14,62% dan rasio jumlah tenaga kesehatan 20,77%.

Saat ini ia sedang mengerjakan peta ketahanan pangan dan dan pemutakhiran data termasuk sinergi program pembangunan lintas satuan 

kerja perangkat daerah. Setelah proses itu selesai baru disahkan melalui peraturan bupati malang.

“Program penuntasan desa rawan pangan dan desa stunting harus dikerjakan bersama agar penanganannya lebih cepat,” ujarnya.

Nantinya, penanganan dan pelaksanaan program dengan titik nolnya 87 desa  atau 22,3% sejak 2018-2024 sampai akhirnya tinggal 15%.(BN/OL-10)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *