Pemda DKI Diminta Koordinasi dengan Polri Atasi Kerumunan di Pasar

oleh

ANGGOTA Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengkritik pemerintah daerah DKI Jakarta dalam menangani penyebaran covid-19. Pemerintah daerah DKI Jakarta dinilai tidak siap dalam menghadapai membludaknya masyarat di pusat perbelanjaan Tanah Abang, Jakarta Pusat dalam beberapa hari ini.

“Aparat pemerintah di daerah tidak siap terhadap antisipasi gejolak membludaknya Pasar Tanah Abang. Ketidaksiapan ini terlihat dari tidak adanya penyekatan, tidak ada penutupan pintu-pintu masuk transportasi menuju ke Tanah. Semua dilakukan setalah adanya kerumunan yang banyak diarea pasar tanah Abang,” katanya, Minggu (2/5).

Dia menyayangkan sekaligus khawatir keramaian yang terjadi beberapa hari lalu akan semakin menambah daftar masyarakat yang terpapar Covid-19. Hal tersebut praktis bertolak belakang dengan langkah pemerintah pusat untuk mengendalikan penyebaran virus Covid-19.

Pada saat yang sama pemerintah pusat gencar melakukan larangan mudik pada lebaran ini dan mengeluarkan himbauan supaya tidak membuat kerumunan.

“Tetapi di Pasar Tanah Abang seperti seolah-olah tidak ada takutnya terhadap masa pandemi covid-19. Kita harus segera konsolidasi , Gubernur, Satgas Daerah dan aparat keamanan TNI Polri untuk mengkanalisasi , supaya segera diurai, sehingga tidak sampai terjadi penumpukan pengunjung lagi, apalagi jika sampai sore hari,” imbuhnya.

Keramaian tersebut harusnya dapat diantisipasi dengan melakukan sosialisasi ke masyarakat yang akan berkunjung ke pusat-pusat perbelanjaan tradisional atau modern menjelang lebaran.

Pemerintah daerah bisa berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengatur sebelum pengunjung sampai ke pasar Tanah Abang. Rahmad mendorong perlu segera dilakukan penanganan di Tanah Abang.

“Semestinya bisa dikonsolidasikan, dipersiapkan dengan baik menyikapi lonjakan pengunjung ke pasar Tanah Abang”. (Sru/OL-09)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *