Pembukaan PTM di Jakarta Tergantung Perkembangan Kasus Covid-19

oleh

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan pihaknya tidak akan buru-buru menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM). Pemerintah sebelumnya telah menetapkan PTM akan resmi diberlakukan pada tahun ajaran baru yang mulai berlangsung pada Juli mendatang.

Anies menegaskan pihaknya akan merujuk pada perkembangan kasus covid -19 untuk memutuskan penyelenggaraan PTM secara permanen saat tahun ajaran baru.

“Kita lihat lagi nanti. Tetapi intinya kita bergerak saat ini berdasarkan fakta, berdasarkan temuan di lapangan,” kata Anies di Jakarta, Minggu (2/5).

Baca juga: Pemerhati: PJJ Solusi Tepat Pembelajaran pada Masa Pandemi

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu menyebut seluruh pihak harus berpegang pada perkembangan kasus covid-19 untuk menetapkan suatu kebijakan saat ini. Sebab, penanggulangan covid-19 serta keselamatan warga masih harus menjadi prioritas utama. 

“Kita ingin semuanya sadar, nomor satu adalah keselamatan anak-anak kita. Nomor dua keselamatan anak-anak. Nomor tiga adalah keselamatan anak-anak kita. Itulah prioritasnya,” ungkapnya.

Sebelumnya, pada 7-29 April lalu, Pemprov DKI menyelenggarakan uji coba PTM di 85 sekolah baik swasta maupun negeri. Pelajar dari kelas 4 SD hingga kelas 12 SMA/SMK yang mendapatkan izin orangtuanya mengikuti PTM ini. Sementara untuk kelas 1-3 SD tetap melakukan pembelajaran jarak jauh.

“Kami melakukan uji coba. Dari situlah kemudian nanti kita bisa menyusun SOP sesuai dengan kondisi di Jakarta, dari mulai anak berangkat dari rumah sampai anak kembali ke rumah. Jadi, bukan sekedar me-review saat mereka berada di ruang kelas saja. Nah, itu nanti bahan, kita akan lihat setelah semuanya tuntas,” tandasnya.(H-3)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *