Pemahaman Konsep Dasar Jadi Tantangan Utama Belajar Siswa

oleh

KESULITAN memahami konsep dasar dan terbatasnya dukungan dan fasilitas tenaga pengajar menjadi salah satu tantangan terbesar siswa dalam pembelajaran. Permasalahan ini ditangani melalui cara belajar yang menekankan pada pemahaman dasar materi tapi diterapkan secara adaptif sesuai dengan tingkat pemahaman siswa.

“Kita perlu akui dulu bahwa tingkat pemahaman siswa itu berbeda satu sama lain. Jika guru memaksakan tingkat pelajaran yang sama di waktu bersamaan pada semua siswa di kelas padahal sudah ada siswa yang tertinggal pemahamannya, tentu mereka yang tertinggal akan kesulitan menangkap materi apalagi menghadapi ujian,” ujar Co-Founder dan Chief Education Officer Zenius, perusahaan edukasi berbasis teknologi, Sabda PS dalam keterangannya, Selasa (4/5).

Menurut Sabda konsep pembelajaran pukul rata ini harus diubah. Yang pertama harus diketahui, jelas Sabda, adalah sampai dimana tingkat pemahaman siswa tentahg suatu pelajaran.

“Lalu pelan pelan secara sistematis kita tambah pemahaman itu hingga siswa bisa mengejar ketertinggalan atau mungkin malah melampaui kecepatan pengajaran di sekolah dan mencetak prestasi yang lebih tinggi,” lanjut Sabda.

Ia menambahkan, peran platform teknologi pendidikan sangat penting dalam melakukan perubahan ini. Sifatnya yang dapat dengan mudah diakses dari mana saja dan kapan saja dapat memfasilitasi siswa untuk mengejar ketertinggalan, merasa berdaya, dan meminimalkan beban belajar siswa.

Untuk mendukung pembelajaran yang lebih adaptif, Zenius telah membuka akses gratis ke perpustakaan kontennya yang memuat lebih dari 90 ribu  konten pelajaran dan soal latihan. Siswa juga dapat menggunakan fitur kecerdasan buatan ZenBot untuk membantu mengatasi soal-soal sulit dan mencari konsep-konsep penting di balik soal tersebut untuk dapat dipelajari secara mandiri.

Kombinasi antara perpustakaan konten Zenius dan ZenBot akan dapat membantu siswa mengeksplorasi materi secara mandiri, sesuai dengan tingkat pemahaman dan kecepatan menangkap materi masing-masing. Semua fasilitas ini dapat diakses secara gratis melalui aplikasi Zenius.

“Kami berharap semua pemangku kepentingan dunia pendidikan dapat melihat pentingnya adopsi pembelajaran yang lebih adaptif. Dengan kolaborasi multi pihak, kita bisa membuat perubahan berarti yang akhirnya membebaskan anak didik kita dari masalah berkepanjangan ini,” tutup Sabda. (RO/OL-15)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *