Pascaoperasi, Quartararo Bertekad Tampil di GP Prancis

oleh

FABIO Quartararo, Selasa (4/5), sukses menjalani operasi arm pump di Prancis setelah masalah di lengan kanannya itu merenggut peluang sang pembalap Yamaha itu menjuarai Grand Prix Spanyol, Minggu (2/5).

Dengan 13 lap tersisa di Jerez, Quartararo merasakan sakit di lengan kanannya itu sehingga posisinya melorot dari pimpinan lomba hingga finis di peringkat ke-13.

Menurut Mayo Clinic, arm pump didefinisikan sebagai kondisi otot dan saraf, disebabkan karena latihan atau olahraga, yang menyebabkan nyeri, bengkak, dan terkadang cacat pada otot kaki yang atau lengan yang terdampak sebagai konsekuensi dari otot-otot lengan yang membengkak karena pengerahan tenaga dan menjadi terlalu tegang.

Baca juga: Espargaro Mengaku Kecewa dengan Honda di GP Spanyol

Setelah naik meja operasi untuk menangani Chronic Exertional Compartment Syndrome (CECS atau arm pump) di rumah sakit CH Aix di Provence, Prancis, Quartararo diharapkan fit untuk balapan selanjutnya di kampung halamannya ketika MotoGP menyambangi Sirkuit Bugatti, Le Mans Prancis, 14-16 Mei.

“Operasi sindrom compartmentnya berjalan sangat lancar. Saya masih merasa sedikit mengantuk dari (efek) obat bius, tetapi saya baik-baik saja,” kata Quartararo di akun Instagram tim Monster Energy Yamaha MotoGP.

Itu merupakan operasi kedua yang ia jalani dalam dua tahun terakhir, dengan operasi pertama dilakukan pada Mei 2019 ketika Quartararo debut di MotoGP.

“Dokter mengatakan semuanya berjalan sesuai yang diperkirakan. Rasa sakit yang berlebihan yang saya rasakan selama balapan di Jerez mencegah

saya bertarung untuk juara.”

“Saya menanti untuk pulang ke rumah dan mulai bekerja dengan lengan ini lagi pekan ini sehingga saya bisa 100% fit di Le Mans.”

“Saya merasa sangat positif soal pemulihan saya. Saya kuat secara mentaldan tak sabar lagi menunggangi M1 saya segera mungkin,” pungkasnya. (Ant/OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *