Pandemi Buat UMKM Melek Teknologi

oleh

DI tengah pandemi covid-19 yang masih terus berlangsung di seluruh penjuru dunia, teknologi digital hadir sebagai sebuah jawaban atas kerisauan dampak pandemi.

Dalam program Vaksin untuk Indonesia bersama Slank bertajuk “Usaha Maju, Kita Makmur (UMKM)” yang disiarkan MetroTv, Jumat, (11/6),  Kaka dan kawan-kawan mengundang sejumlah narasumber hebat yang memanfaatkan teknologi digital sebagai platform untuk kembali menggerakan ekonomi khususnya yang bergerak di sektor UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah). 

Dalam rangka pemulihan ekonomi nasional akibat dampak dari covid-19, pengunaan teknologi digita juga menjadi salah satu strategi yang dilakukan Pemerintah. Yakni dengan mendorong para pelaku UMKM berhijrah menggunakan teknologi digital. 

“Jadi sebenarnya kalau berbicara terkait UMKM, saya selalu bilang UMKM adalah kita. Karena sekitar 64 juta atau 99,9 persen populasi usaha di Indonesia itu UMKM, dan UMKM berhasil menyerap sekitar 130 Juta tenaga kerja bayangkan,” ucap Staff Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Fiki Satari, dalam program Vaksin untuk Indonesia, Jumat, (11/6).

“Nah isunya di akhir tahun 2019 atau awal tahun 2020 sebelum pandemi, baru ada 11 persen saja UMKM yang on boarding di platform digital atau sekitar 8 juta. Artinya masih banyak sisanya yang masih offline,” imbuhnya. 

Dengan pandemi covid-19 yang memaksa masyarakat untuk melakukan physical distancing, tentu hal itu membuat pelaku bisnis UMKM terguncang. Penggunaan teknologi digital pun kini membantu pelaku UMKM sedikit demi sedikit untuk bangkit. 

“Pandemi sekarang ini mengajarkan kita untuk membatasi kontak langsung, sehingga memang tidak ada pilihan lain kecuali hijrah ke pelatform digital. Jadi selama pandemi kita dorong UMKM masuk digital, data terakhir ini sudah nambah 4,5 juta UMKM jadi total semua sekitar 12,5 juta UMKM yang sudah masuk digital. Kita optimis 2024 kita dapat mencapai 30 juta,” tuturnya. 

Baca juga : Vaksin Untuk Indonesia: Lingkungan Asri Bisnis Berseri

Dengan semakin banyaknya pelaku UMKM yang melek digital, Fiki pun menyebutkan tak sedikit UMKM yang kini mulai bangkit setelah keterpurukan akibat pandemi covid-19. 

Ia pun berpesan, yang kemudian perlu ditekankan adalah bagaimana pelaku UMKM dapat melihat trend masa kini, agar dapat terus bersaing di pasar digital. 

“Karena pandemi ini, trend pasar kan kalau kita lihat saat ini berubah. dengan ‘stay at home’ orang-orang sekarang berlomba-lomba pengen hidup sehat, mulai dari ngulik tanaman misalnya, atau beli produk herbal biar lebih sehat karena pandemi. Nah mengikuti trand ini penting untuk diketahui produsen supaya produksinya tidak salah sasaran,” tukasnya. 

Disisi lain, CEO Credibook Gabriel Frans mengungkapka bahwa aplikasi pembukuan keuangan ‘Credibook’ juga hadir untuk membantu UMKM dalam literasi financial, dan diharapkan dapat menunjang pelaku UMKM yang mulai merambah pasar digital. 

“Jadi aplikasi yang kita bikin itu membantu memindahkan catatan keuang yang biasanya manual, dipindahkan ke aplikasi.

Dengan menggunakan aplikasi ini, nantinya general reportnya seperti catatan keuangan atau menejemen keuangannya bisa dikontrol,”  terang Frans. 

“Biasanya yang kita perhatikan di bisnis-bisnis kecil menengah itu kan jarang banget kita lihat mereka mengelola keuangan dengan baik. Karena balik lagi literasi finansial yang belum mereka pahami, nah dengan aplikasi ini dapat membantu meningkatkan efisiensi literasi finansial sehingga gak perlu ribet pake buku dan manual,” tukasnya. (OL-7)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *