Pandemi Bisa Timbulkan Generation Loss di Sektor Pendidikan

oleh

PANDEMI covid-19 yang berlangsung lama, tidak hanya menyebabkan learning loss, namun juga berdampak pada generation loss di sektor pendidikan. 

Mengingat, sejumlah kebijakan penanganan covid-19 memaksa penutupan sekolah, yang harus dijalankan secara virtual atau pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Baca juga: SKB Menteri Bisa Membantu Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka

“Ini impact dari pandemi. Tidak hanya disrupai, tapi damage dari pembelajaran virtual. Kalau dulu learning loss, sekarang bisa terjadi generation loss,” tutur pengamat pendidikan Ikhsyat Syukur, Senin (31/5).

Penggagas Sekolah Ilmuwan Minangkabau (SIM) itu mengungkapkan banyak guru yang mengeluh terkait sejumlah masalah akibat PJJ. Mulai dari masalah disiplin, karakter, hingga materi yang diterima para siswa tidak optimal.

Menurutnya, dampak pandemi covid-19 di sektor pendidikan memang tidak langsung dirasakan saat ini. Namun, ada kekhawatiran bahwa target Indonesia Emas di 2045, dengan generasi emasnya yang unggul dan produktif (bonus demografi), akan mengalami kemunduran.

Baca juga: Ada Tidaknya PTM Lihat Kondisi Pandemi di Setiap Daerah

“Jadi, kita khawatir usia emas akan mundur. Pandemi mungkin hanya 1 atau 2 tahun, tapi damage-nya itu bisa sampai lebih dari 5 tahun,” imbuh Ikhsyat.

Adapun pembelajaran tatap muka (PTM) yang sudah direncanakan melalui SKB 4 Menteri, lanjut dia, harus segera diimplementasikan. Tentunya dijalankan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, berikut syarat vaksinasi guru dan tenaga pendidik.(OL-11)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *