Pancasila Tetap Jadi Benteng Utama Pemersatu Bangsa

oleh

DIAZ Umar Firmansyah, 20 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta (UNS) termasuk generasi milenial yang mendorong Pancasila harus tetap menjadi benteng pemersatu bangsa, di tengah perubahan zaman dan pesatnya teknologi informasi yang serba digital sekarang ini.

“Menurut saya ( Pancasila ) harus tetap menjadi pegangan hidup setiap anak bangsa ini dan menjadi pemersatu di mana pun, di tengah perubahan global yang membawa pengaruh, baik teknologi, tata nilai, agama atau paham dari luar,” ungkap dia.

Karena itu, untuk mengalahkan tantangan yang ada, Umar yang suka berorganisasi ini, tidak begitu menyukai jargon jargon dan lebih memilih tindakan nyata  dalam kehidupan berpancasila.

Ia mengaku tidak sulit untuk mempraktikkan apa yang terkandung dalam lima sila Pancasila. Banyak contoh sederhana, dalam kegiatan organisasi kemahasiswaan  atau organisasi kepemudaan dan juga di kepramukaan, ada berbagai kegiatan, termasuk membantu kemanusiaan.

” Ya satu contoh mudah dan sederhana, seperti membantu penggalangan dana kemanusiaan untuk korban bencana alam, dan kegiatan positif lain. Jadi sebagai generasi milenial memang harus terjun langsung dan bukan malah duduk diam.Itu kami lakukan,” lanjutnya.

Lalu tantangan lain yang harus dijawab untuk menghadapi tekanan paham luar yang bisa mengakibatkan distorsi moral atau hal negatif lain yang mengarah intoleransi, Umar mengajak kalangan milenial untuk mengangkat nilai nilai lokal kenusantaraan.

baca juga:Pancasila

Mahasiswa semester 4 di Fakultas Hukum UNS ini percaya kearifan lokal, akan mampu menjadi filter untuk mengalahkan berbagai paham asing.

“Teman-teman milenial dalam keseharian kan tidak lepas dari mainan gadget atau gawai. Bisa dimainkan dengan membuat konten positif, ya seperti vlog musik dan lagu daerah, keragaman budaya  nusantara lain, kepahlawanan, sejarah,lalu disebar. Tentu ini salah satu penangkal,” katanya. (N-1)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *