New York Mulai Longgarkan Pembatasan Sosial Terkait Covid-19

oleh

GUBERNUR New York Andrew Cuomo, pada Senin (3/5), mengumumkan pelonggaran besar-besaran pembatasan virus korona. Pengumuman tersebut menyoroti sejauh mana Big Apple, yang pernah menjadi episentrum wabah di Amerika Serikat (AS) telah berhasil mengendalikan virus.

Mulai 19 Mei 2021, kata Cuomo, persentase batas hunian akan dihapuskan untuk banyak tempat bisnis dan budaya di kota itu – termasuk toko, restoran, bioskop, dan museum. Saat ini, batasan tersebut bervariasi antara 33% dan 75% kapasitas.

Untuk tempat bisnis, mereka akan diizinkan untuk menyambut orang sebanyak yang mereka inginkan, asalkan jaga jarak sosial sejauh enam kaki tetap dipertahankan. Aturan enam kaki itu tidak berlaku jika semua pelanggan memberikan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif untuk Covid-19.

“Semua anak panah mengarah ke arah yang benar,” tambahnya, yang menunjuk pada penurunan tingkat positif covid-19 dan rawat inap, yang berada pada titik terendah sejak November, dan peningkatan tingkat vaksinasi.

Sementara itu, untuk batas jumlah orang berkumpul di luar ruangan akan berlipat ganda dari 250 menjadi 500 orang, sementara 250 orang akan dapat berkumpul di dalam ruangan, naik dari 100 orang.

Pertemuan yang lebih besar juga akan diizinkan jika semua orang yang hadir divaksinasi atau baru-baru ini dinyatakan negatif untuk Covid-19.

Tempat acara dalam ruangan yang berskala besar akan dapat beroperasi dengan kapasitas 30%, naik dari 10% saat ini, sementara stadion olahraga luar ruangan akan beroperasi dengan kapasitas 33%.

Cuomo mengatakan layanan kereta bawah tanah di Big Apple akan dilanjutkan sepanjang waktu pada 17 Mei. (AFP/Nur/OL-09)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *