MU Terancam Sanksi Pengurangan Poin

oleh

MANCHESTER United terancam mendapat sanksi pengurangan poin akibat aksi kekerasan para suporter yang menyebabkan pertandingan lawan Liverpool di Old Trafford, Minggu (2/5), ditunda.

Pihak Liga Primer Inggris dan Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) melakukan investigasi menyusul protes massa yang dilakukan di sekitar stadion. Penggemar United melakukan aksi protes pada pemilik klub asal Amerika, keluarga Glazer, dengan menyerbu stadion yang ditutup untuk penggemar karena pembatasan covid-19. Protes itu berujung rusuh.

Suar, botol, dan berbagai macam benda dilemparkan oleh penggemar ke arah polisi sehingga menyebabkan ada enam personel yang terluka. Mereka yang protes itu juga menyerbu Hotel Lowry, tempat para pemain United menginap, dan mereka memblokade jalur tim menuju stadion.

Liga Primer dan FA dikabarkan telah berbicara dengan pihak MU dan otoritas lokal untuk menyimpulkan apa yang sebenarnya terjadi, dan di mana tanggung jawab yang harus dibebankan.

Menurut aturan Liga Primer, poin dapat dikurangai jika klub gagal memastikan keamanan para pemain dan staf, serta masuk dan keluar lapangan tanpa sesuai dengan prosedur.

FA juga bisa menjatuhkan denda kepada klub serta bisa dituntut untuk memberikan kompensasi kepada pihak lain atas biaya apa pun yang dianggap dirugikan.

Baca juga: Pemerintah Kecam Kebrutalan Suporter Manchester United

Sementara itu, MU membantah kabar yang menyebutkan bahwa staf mereka membantu suporter yang melakukan protes di Old Trafford.

Suporter mengakses Old Trafford melalui pintu dekat Munich Tunnel tidak lama setelah pukul 14:00 waktu setempat, dengan beberapa laporan menyebutkan bahwa stadion tersebut dibuka dari dalam.

Pihak klub membantah keras klaim tersebut, namun FA sedang menyelidiki protes dan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

“Menyusul kejadian kemarin, ketika banyak fans ingin menggunakan hak mereka untuk memprotes dan mengekspresikan pendapat secara damai, beberapa dari mereka berniat mengganggi persiapan tim dan pertandingan itu sendiri, sebagaimana dibuktikan dengan aktivitas di Hotel Lowry dan di stadion,” demikian pernyataan yang dirilis klub.

“Laporan di media arus utama dan media sosial bahwa para pengunjuk rasa bisa mengakses stadion dan lapangan melalui gerbang yang dibuka oleh staf, itu sepenunnya tidak benar,” tukasnya.(Goal/OL-5)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *