Momen Lebaran Truk Pasir Dilarang Beroperasi di Klaten

oleh

KENDARAAN pengangkut bahan galian golongan C (pasir dan batu) dilarang beroperasi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada momen Hari Raya Idul Fitri 1442 H. Larangan kendaraan pengangkut material itu mulai berlaku Rabu, 5 Mei pukul 24.00, sampai Jumat, 21 Mei 2021, pukul 24.00 WIB.

Berdasarkan Surat Edaran No 551/272/24 yang ditandatangani Sekda Klaten Jaka Sawaldi, larangan truk pasir dan batu beroperasi di Klaten pada momen Hari Raya Idul Fitri telah disampaikan kepada para penambang, pengusaha angkutan, dan pengemudi kendaraan pengangkut bahan galian golongan C.

Larangan kendaraan berat pengangkut bahan galian golongan C beroperasi di wilayah Kabupaten Klaten pada H-7 sampai H+7 Lebaran 2021, sesuai hasil rapat koordinasi lintas sektoral kesiapan Operasi Ketupat Candi tentang pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1442 H di Mapolres Klaten, pekan lalu.

Rapat koordinasi lintas sektoral sepakat, bahwa untuk mewujudkan lalulintas di Klaten yang aman, tertib, dan lancar pada momen Hari Raya Idul Fitri 1442 H, kendaraan angkutan bahan galian golongan C yang bersumbu dua maupun bersumbu tiga dilarang beroperasi pada H-7 sampai H+7 Lebaran.

Sementara itu, Kepala Bidang LaluLintas Dinas Perhubungan Klaten, Suyatno saat dikonfirmasi mengatakan bahwa jajarannya akan secara intensif melakukan pemantauan di lapangan terkait dengan pelarangan kendaraan angkutan bahan galian golongan C pada momen Hari Raya Idul Fitri 1442 H.

“Kami akan menindak tegas jika ada kendaraan angkutan bahan galian golongan C yang nekat beroperasi di wilayah Kabupaten Klaten pada H-7 sampai H+7 Lebaran. Untuk itu, kami akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres Klaten yang memiliki kewenangan menindak tilang,” ujarnya, Jumat (7/5).

baca juga: Klaten

Data yang dihimpun dari Dinas Perhubungan Klaten, jumlah kendaraan angkutan bahan galian golongan C yang beroperasi di wilayah Kabupaten Klaten setiap hari ada sekitar 2.000 kendaraan truk. Bahan galian golongan C itu diangkut dari lokasi usaha pertambangan di kawasan lereng Gunung Merapi. (OL-3)

 

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *