Moeldoko Disebut Pelopori Distribusi Ivermectin

oleh

KEPALA KSP sekaligus Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko disebut menjadi pelopor pendistribusian obat covid-19 Ivermectin.

Obat tersebut sudah digunakan di India dan dikabarkan berhasil menurunkan jumlah kematian hingga 25% dan memangkas jumlah orang yang terinfeksi hingga 80% di negara itu.

Vice President PT Harsen Laboratories Sofia Koswara mengatakan obat tersebut mulai diproduksi di Indonesia dan didistribusikan ke daerah-daerah yang akhir-akhir ini mengalami lonjakan kasus. Hal itu, kata dia, tidak terlepas dari peran Moeldoko yang sudah memberi arahan.

Baca juga: BPOM Uji Khasiat Ivermectin Bagi Pasien Covid-19

“Ketika kami sampaikan laporan tentang Ivermectin kepada Bapak Moeldoko, beliau segera memberikan arahan agar diurus izin edarnya supaya segera bisa diproduksi di dalam negeri dan tidak perlu impor lagi,” kata Sofia dalam keterangan resmi, Jumat (11/6).

Dijelaskannya, Ivermectin awalnya tidak dikenal di Indonesia. Namun atas arahan Ketua HKTI itu, kini sudah banyak dikenal dan bahkan diproduksi sendiri untuk didistribusikan.

“Kami akhirnya berhasil mendapatkan izin edar dari BPOM untuk Ivermactin ini,” imbuhnya.

Setelah mendapatkan izin edar, obat itu mulai disebarluaskan ke masyarakat luas, dimulai di Kudus.

Daerah itu menjadi zona merah pascalebaran dengan data per Rabu (9/6) siang, jumlah pasien positif yang dirawat di rumah sakit sebanyak 437 orang dan 1.509 orang menjalani isolasi mandiri.

Hingga saat ini, tercatat jumlah total pasien positif Covid-19 yang sembuh 6.854 orang dan 784 orang meninggal dunia.

Adapun, penyerahan Ivermectin kepada Bupati Kudus HM Hartopo dilakukan Senin (7/6) lalu di Kudus. Dirinya pun langsung mendistribusikan obat tersebur.

“Total bantuan yang kami terima sebanyak 2.500 dosis. Tentu kita distribusikan ke rumah sakit, maupun puskesmas,” ujarnya.

Diharapkan obat tersebur bisa membantu penanganan Covid-19 di daerah. Meski sudah mendapat izin, penggunaannya pun harus tetap mematuhi anjuran dokter sesuai ketentuan yang berlaku. (OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *