Merevisi Sejarah Cruella De Vil

oleh

FILM adaptasi dari kisah jagoan atau pahlawan di Disney, sudah jamak. Namun, bagaimana jika yang diadaptasi adalah karakter sang penjahat (villain)?

Film jenis itu memang masih hitungan jari. Film Maleficent barangkali adalah pengalaman yang cukup sukses bagi Disney untuk menaruh simpati pada karakter penyihir di film Sleeping Beauty. 

Kini upaya serupa dilakukan sutradara Craig Gillespie, untuk tokoh Cruella de Vil, penjahat di film 101 Dalmatians.

Gillespie mungkin harus berakrobat bagaimana membangun latar belakang untuk karakter Cruella, yang selama ini kita kenal sebagai maniak itu. Akting Glenn Close saat berperan sebagai Cruella di film aslinya, dinilai cukup sukses oleh banyak pengamat. 

Kini di film Cruella, karakter Cruella muda (Estella) diserahkan ke tangan pemenang Oscar, Emma Stone. Ia sudah bisa menghadirkan persona baru bagi karakter ini sejak dalam suara narator.

Ia menciptakan timbre yang tegas bedanya saat sebagai narator dan saat dialog di depan layar. Atau, bagaimana cara dirinya berperan separuh Cruella dan separuhnya Estella.

Gillespie cukup berhasil membangkitkan simpati pada karakter Cruella. Menjadikan dimensi karakter ini bukan hitam putih. 

Kisah dimulai saat Estella lahir. Dengan narator suara dari Emma Stone, film ini mengikuti perjalanan Stella yang selalu tidak cocok dengan lingkungannya, termasuk di sekolah. Hanya Anita Darling yang bisa menjadi temannya. Sampai kemudian sekolah mengeluarkan Estella dari sekolah, dan sang ibu memutuskan keduanya pindah ke London.

Namun, sebelum pindah ke London, ibu Estella (Emily Beecham) mampir ke suatu pesta temannya. Audiens kemudian tahu itu adalah pesta dari Baroness yang memiliki karakter megaloman dan super perfeksionis. Pada babak ini, yang juga turut menjadi titik perubahan karakter Stella. Ala Disney, Estella lalu menjadi seorang yatim piatu, dan merasa bersalah atas kematian ibunya, setelah sang ibu bertemu dengan Baroness.

Estella lalu tiba di London, hingga kemudian ia bertemu dengan dua orang yang bakal menjadi sahabatnya hingga dewasa Jasper dan Horace (Joel Fry-Paul Walter Hauser). 

Estella yang semasa kecil berkeinginan menjadi desainer, harus rela menjadi pengutil bersama Jasper dan Horace, bersama kedua anjing mereka. Sampai suatu ketika ia ‘bertemu lagi’ dengan Baroness. Estella bekerja di rumah desain Baroness.

Sebab ini adalah film Cruella De Vil, maka tidak mungkin jika ia menjadi villainnya sendiri di sini. Maka sosok Baroness yang diperankan Thompson berperan signifikan sebagai titik polarisasi dengan Cruella. Stone, sangat apik dan meyakinkan memerankan peran ganda Estella dan Cruella. 

Film ini memang dihadirkan untuk menjawab, kenapa Cruella yang semula penyuka anjing bisa menjadi sosok monster? Sayangnya, film ini masih tampak kebingungan untuk memetakan perubahan karakter itu sehingga terlihat tidak sinkron dengan sosok Cruella di versi lalu. (M-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *