Menaker: Pandemi Percepat Pembangunan SDM Berkualitas

oleh

PANDEMI covid-19 mendorong dunia ketenagakerjaan untuk bertransformasi mempercepat perubahan menuju revolusi industri 4.0.

Gelombang baru revolusi ini ditandai dengan makin gencarnya penggunaan teknologi digital yang mengarah pada otomasi dan pertukaran digital secara cepat dan bahkan realtime di segala aspek.

Baca juga: Cendekia BAZNAS UINAM Tebar Kebaikan bagi Anak Yatim saat Ramadan

“Kita bisa lihat sekarang dunia kini lebih banyak digerakkan oleh internet of things (IoT), artificial intelligence (AI) dan juga Big Data. Perubahan Ini menjadikan pekerjaan hari ini menjadi sangat fleksibel, baik dari segi waktu maupun tempat. Kerja tidak lagi harus dikerjakan di kantor dan di jam-jam kerja yang telah ditentukan. Kerja kini bisa di mana saja dan kapan saja,” ujar Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah dalam keterangannya, Sabtu (1/5).

Menurut Ida, gelombang perubahan yang terjadi juga memantik disrupsi dalam dunia industri dan juga menciptakan tatanan baru dalam dunia kerja. Perekonomian dunia secara bertahap bergerak dari old economy ke arah new economy.

World Economic Forum (WEF) dalam laporan terbarunya memperkirakan bahwa akan ada sedikitnya 95 juta jenis pekerjaan baru yang akan tumbuh bersamaan dengan 85 juta pekerjaan lama yang bakal semakin berkurang dan hilang.

Di Indonesia, McKinsey juga meyakini ada setidaknya 23 juta pekerjaan yang terdampak oleh gelombang otomasi, namun juga akan ada puluhan juta pekerjaan baru yang akan muncul

“Dengan kondisi demikian, Ida menyebut bahwa pada akhirnya profil dan skill yang dibutuhkan di masa depan juga pasti akan berubah,” ucapnya.

“Dengan segala perubahan itu, maka pembangunan kualitas sumber daya manusia (SDM) adalah kuncinya. Dan dalam konteks korporasi, peran itu jelas berada di bagian Human Resources (HR),” sambungnya.

Menurut Ida peran HR berada di ujung tombak dalam pengembangan kompetensi dan karier karyawan. Dari sana lah perusahaan kemudian memupuk daya saingnya menjadi lebih baik lagi, dan siap menghadapi berbagai tantangan di industri.

“Terakhir, dalam kaca mata pemerintah, sumbangsih HR ini juga merupakan dukungan nyata dalam upaya membangun SDM Indonesia yang unggul dan mumpuni di masa depan,” pungkasnya. (OL-6)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *