Medvedev tidak Pasang Target di Musim Tanah Liat

oleh

PETENIS Rusia Daniil Medvedev mengungkapkan harapanya di turnamen tanah liat Madrid Terbuka tahun ini. Dia hanya menargetkan dapat menang satu pertandingan di turnamen ATP Master 1000 itu.

Datang ke Madrid sebagai petenis peringkat ketiga dunia, setelah posisinya di nomor dua tergeser oleh Rafael Nadal, pekan lalu, Medvedev mengatakan jika berhasil memenangkan satu pertandingan di Madrid, itu sudah merupakan pencapaian terbesar baginya.

Tampil luar biasa sepanjang musim 2021, dengan melenggang ke babak final grand slam Australia Terbuka, Februari lalu, dan merebut gelar juara di Marseille, Prancis, Maret lalu, Medvedev mengaku hanya ingin keluar dari zona terburuknya di turnamen tanah liat.

Baca juga: Roland Garros Batasi Jumlah Penonton 1.000 Per Hari

Sepanjang kariernya, di tiga turnamen besar tanah liat yakni Madrid Terbuka, Roma Terbuka, dan Prancis Terbuka, Medvedev belum mendapatkan satu kemenangan pun.

“Saya selalu mengatakan untuk bekerja selangkah demi selangkah. Jadi tujuan saya untuk turnamen di Madrid, setidaknya memenangkan satu pertandingan, begitu pula dengan Roma dan Roland-Garros,” ucap Medvedev dikutip dari ATPtour, Senin (3/5) WIB.

“Tentu saja ketika saya datang ke sebuah turnamen, tujuan utamanya adalah memenangkannya. Tapi bagi saya itu bukan hal yang mudah (memenangkan gelar) di lapangan tanah liat,” imbuhnya.

“Jadi saya akan mencoba yang terbaik dan berharap dapat menampilkan permainan terbaik saya, itu hal yang paling penting saat ini karena saat saya menunjukkan permainan tenis yang bagus, saya bisa memenangkan beberapa pertandingan hebat,” terang Medvedev.

Kembali mengikuti turnamen pertamanya setelah sempat absen akibat positif covid-19, 14 April lalu, Medvedev nampaknya harus bekerja keras pada pertandingan pertamanya di Madrid Terbuka 2021. Medvedev kemungkinan akan bertanding melawan petenis Spanyol Alejandro Davidovich Fokina.

Dalam perjalanan di Monte-Carlo Master, April lalu, Fokina sukses mencapai babak perempat final Master 1000 pertamanya saat Stefanos Tsitsipas mengundurkan diri dari pertandingan. Selain itu, ia juga memenangkan pertandingan melawan petenis top 10 dunia Matteo Berrettini di turnamen tersebut.

“Tentu saja (pertandingan) itu akan sedikit lebih sulit bagi saya, Davidovich sudah bermain dalam lima turnamen di tanah liat musim ini, sementara saya nol. Anda perlu memenangkan beberapa pertandingan tanah liat untuk meningkatkan rasa percaya diri, dan itu hal yang penting,” tukasnya. (ATPtour/OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *