Lamongan Kembangkan Sapi Belgian Blue Tingkatkan Produksi Daging

oleh

PEMKAB Lamongan, Jatim, tengah kembangkan sapi rumpun baru jenis Belgian Blue. Program ini diharapkan mampu menjadikan produksi daging di kabupaten setempat meningkat.

Launching sapi rumpun baru ini mulai dikembangkan dilakukan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama Wabup Abdul Rouf di Desa Puter, Kecamatan Kembangbahu, Rabu (2/6) siang. Diharapkan, program ini mampu meningkatkan jumlah produksi daging sapi di Lamongan.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Inseminasi Buatan Dinas Peternakan Provinsi Jatim, Iswahyudi mengatakan, Lamongan dipilih menjadi salah satu tempat pengembangbiakan sapi jenis Belgian Blue ini karena Lamongan dianggap sebagai salah satu kabupaten yang berkomitmen dalam pengembangan peternakan.

Iswahyudi mengungkapkan untuk mendapatkan peranakan Belgian Blue murni dibutuhkan proses sekitar 4-5 tahun.

Baca Juga: Pemkab Berikan Wisata Edukasi Sejarah Lamongan Lebih Dini

”Kalau 9 bulan lagi yang lahir ini jantan akan sama seperti Limosin Semintal. Jika betina nanti dipelihara dan dikawinkan lagi dengan Belgian Blue lagi 3-4 kali proses, baru akan lahir Belgian Blue murni. Jadi sekitar 4 sampai 5 tahun perjuangan,” terang Iswahyudi.

Ia juga menambahkan sekitar 51 ribu akseptor (sapi siap kawin) di Lamongan, oleh Pemprov Jatim akan difasilitasi inseminasi buatan gratis. ”Mudah-mudahan dengan adanya kawin suntik gratis ini, 2026 Indonesia akan mandiri pangan sektor daging sapi,” tambahnya.

Bupati Yuhronur Efendi mwnyatakan siap memenuhi beberapa sarana yang diperlukan dalam upaya pengambangan sapi jenis ini. Di antaranya, seperti bank sperma guna penyimpanan semen beku agar tidak terjadi kerusakan dan juga bakal mengusahakan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan).

”Industri peternakan Lamongan siap menjadi tulang punggung peternakan di Jatim. Pemerintah Daerah akan terus mempermantap support untuk terus memperbaiki peternakan di Lamongan.  Belgian Blue ini sapi bermasa depan baik, tinggi besar, struktur tulang kuat, daging bertumpuk-tumpuk. Ini akan sangat menjanjikan bagi kita semua,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati juga menyerahkan penghargaan kepada petugas inseminasi buatan berprestasi, petugas puskeswan berprestasi. Termasuk juga pada petugas pelapor terbanyak kasus penyakit hewan melalui Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional (iSIKHNAS), serta pada petugas wilayah dengan capaian polis Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTSK) terbanyak. (YK/OL-10)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *