Kunto Aji: Memberi Harapan lewat Lagu

oleh

ALBUM kedua Kunto Aji, Mantra Mantra, sejak perilisannya mendapat sambutan baik oleh kalangan publik luas. Mantra-Mantra berisi sembilan trek, yang diramu dari pengalaman jatuh bangun pria 34 tahun itu.

“Sebenarnya tujuan musik saya bukan cuma sekadar untuk menangis ya, tetapi kontemplasi. Kayak lagu Pilu Membiru itu seperti stage of grief (tahap kesedihan) seperti dalam ilmu psikologi. Jadi, sebelum kita bisa mengikhlaskan kita harus ketemu dulu nih sama rasa sedihnya. Jangan lari, hadapi dulu, nangis dulu, habis itu baru bisa ikhlas. Jadi, harapan saya semoga mereka (penonton/pendengar) bisa lanjut ke tahap keikhlasan,” kata pria yang akrab disapa Aji itu saat menjadi bintang tamu Kick Andy episode Luka Batin.

Aji mengaku dirinya juga sempat bereksperimen menggunakan teknik baru. Ia memasukkan frekuensi Solfeggio dalam lagu-lagu di album tersebut.

Ada enam macam frekuensi yang bisa memengaruhi perasaan manusia dalam frekuensi Solfeggio. Frekuensi 396 Hz dianggap bisa mengeluarkan pikiran negatif, 417 Hz bisa memperbaiki situasi dan mendorong perubahan, 528 HZ bisa membawa transformasi dan keajaiban, 639 Hz bisa membangun hubungan, 741 Hz bisa menimbulkan solusi, dan 852 Hz untuk kembali memahami jiwa.

“Memang akhirnya album ini jadi utuh banget. Sangat hidup. Bernyawa. Orang dengar juga dari awal sampai akhir, dari Sulung sampai Bungsu. Menurut saya, pribadi album ini beyond expectation,” kata soal penggunaan frekuansi itu meski tidak di semua lagu.

Keputusan Aji untuk menerapkan frekuensi Solfeggio, didapatkan dari riset kecil-kecilan. “Saya dapat dari teman-teman ESQ. Dipakai di ESQ sebenarnya masih pseudoscience, sih,” sambungnya. Frekuensi 396 Hz, paling terasa dalam lagu Rehat. Hal itu bisa dirasakan di bagian outro lagu tersebut.

“Jadi, rasa bersalah dan ketakutan dilepaskan, dan kebetulan musik serta liriknya seperti itu. Bagian outro di belakang yang cuma musik doang, itu untuk membantu menenangkan. Makanya yang jadi highlight ialah lagu Rehat karena sesuai dengan afirmasi liriknya,” tutur Aji.

Eksperimen yang dilakukannya itu juga membawa impak pada penderita masalah mental. Aji sempat mendapat e-mail apresiasi, sebab pendengar tersebut merasa impak positif lagunya. “Dia merasa berterima kasih banyak. Dia dan teman-temannya yang mendengarkan album ini merasa ada harapan. Itu hal yang mahal sekali untuk orang-orang yang sedang sakit. Bahkan ada juga yang tadinya mau bunuh diri, akhirnya mengurungkan niatnya,” lanjutnya. Aji pun merasa sangat bersyukur lagu-lagunya dapat menolong sesama. (Jek/M-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *