Kewalahan, Pemkot Jakpus Izinkan PKL Jualan di Trotoar Tanah Abang

oleh

WAKIL Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi menyatakan, pihaknya memberi toleransi terhadap pedagang kaki lima (PKL) yang marak berjualan di atas trotoar kawasan Pasar Tanah Abang menjelang lebaran.

“Kalau di bahu jalan tidak boleh. Tapi kalau trotoar masih kita toleransi. Trotoar bisa dipakai, kita tolerir, asal garis kuning jangan dipakai karena itu untuk disabilitas,” kata Irwandi, di Jakarta, Selasa (27/4).

Irwandi mengatakan, Satpol PP sebenarnya sudah diterjunkan untuk menertibkan para PKL musiman itu. Namun, jumlah PKL di Pasar Tanah Abang itu sangat banyak.

Karena itu, Satpol PP mendirikan delapan posko di kawasan Pasar Tanah Abang guna memantau masyarakat jangan sampai tidak menggunakan prokes.

“Kita sudah atur, kita rapihin, Satpol juga turun, tapi memang keterbatasan tenaga Satpol PP juga ada,” kata Irwandi.

Para PKL itu pun tidak kapok untuk berjualan kembali keesokan harinya meski sudah dilakukan penertiban. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat pun akhirnya menoleransi para PKL itu memakai trotoar selama masih memberikan ruang bagi pejalan kaki dan penyandang disabilitas.

Selain itu, jelasnya, aturan prokes seperti memakai masker, cuci tangan, dan menjaga jarak juga harus diterapkan.

“Tanah Abang kan tiap tahun kalau mau lebaran memang begitu. Tapi nanti juga habis lebaran sudah kondusif lagi,” ungkap Irwandi.

Dia menambahkan, trotoar di wilayah lain di Jakarta Pusat, ada juga para PKL yang memanfaatkannya.

Dia mencontohkan sentra nasi kapau di Jl Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat.

“Yang penting kan diatur, jalur kuning ada. Itu win-win solution. Kalau secara aturan kan ya itu tetap melanggar, tapi kan ini untuk kepentingan masyarakat, mereka pedagang, mencari makan, tapi mereka tidak boleh mengakusisi jalan,” ungkap Irwandi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satpol PP sudah beberapa kali menertibkan PKL di Pasar Tanah Abang. Misalnya pada Selasa (20/4), petugas Satpol PP berupaya menertibkan lapak PKL yang didirikan di atas trotoar.

Razia itu menyebabkan kepanikan. Secepat kilat, para PKL berusaha memindahkan barang dagangan mereka agar tidak diangkut petugas.

Salah seorang pedagang yang tidak terima dirazia, bahkan ngotot dan menantang petugas. Suasana yang sempat memanas akhirnya mereda setelah sejumlah pedagang lainnya melerai keributan. (OL-8)

 


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *