Kementan Dorong Penyuluh Beri Penyuluhan Lewat Medsos Youtube

oleh

PENINGKATAN kompetensi sumber daya manusia (SDM) pertanian dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfatkan media sosial kanal Youtube.

Hal tersebut menjadi materi dalam event virtual Saung Insan Pertanian Jambi (Sintani). 

Acara ini merupakan kerja sama antara Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Jambi Kementian Pertanian dengan UPTD Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian Dinas Tanaman Pangan, Hortikultra, dan Peternakan Provinsi Jambi. 

Kegiatan yang mengangkat tema ‘Penyuluh Menjadi Youtuber‘ ini sekaligus menjadi wadah belajar bagi insan pertanian, terutama petani dan penyuluh pertanian. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) meminta agar penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pertanian terus ditingkatkan.

“Kita terus mendorong pertanian yang maju, mandiri dan modern. Modern itu berarti di dalamnya kita bicara SDM. Bagaimana mau cepat kalau masih pakai kendaraan kemarin. Bagaimana mau maju kalau ilmunya, teknologinya, mekanisasinya masih seperti yang kemarin,” kata Mentan.

Sementara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan bahwa pandemi covid-19 Ini mempengaruhi perekonomian, namun sektor pertanian semakin kokoh lantaran kerja keras petani didampingi penyuluh.

“Penyuluh harus turun ke lapangan, dan mendampingi petani. Dalam kondisi apa pun, pangan tidak boleh bermasalah. Pangan tidak boleh bersoal. Untuk itu, kita harus tanam dan memastikan produksi tidak berhenti,” ujar Dedi dalam keterangannya, Rabu (2/6).

Dedi menambahkan perkembangan teknologi komunikasi yang begitu pesat menghasilkan banyak media komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi. Salah satu media komunikasi yang dapat digunakan adalah media sosial. 

“Media sosial juga bisa dimanfaatkan dalam menyebarluaskan informasi pertanian. Penyuluh sebagai agen perubahan sekaligus diseminator informasi pertanian dituntut mampu memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” katanya.

 

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini  penyuluh Kostratani Depati VII Jakes sito serta penyuluh Kostratani Muara Siau dan Pamenang Barat yaitu Ujang Suryadi dan Iput Kurniawan.

 

Jakes sito menjelaskan dengan kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini penyuluh pertanian dituntut untuk lebih kreatif dalam menyampaikan materi penyuluhan. Penggunaan media audio visual menjadi hal mutlak diperlukan. 

 

“Penyuluh sebagai agen perubahan sekaligus diseminator informasi pertanian dituntut mampu memanfaatkan perkembangan teknologi komunikasi dalam melaksanakan tugas dan fungsinya,” ujar Jakes.

Peserta yang mengikuti Sintani vol 8 tidak hanya berasal dari Provinsi Jambi saja, namun juga diikuti oleh peserta yang berasal dari sejumlah wilayah di Nusantara. Total peserta yang mengikuti sebanyak 256 orang melalui zoom meeting dan live streaming dari Youtube Bapeltan Jambi. 

Antusias peserta juga tampak pada banyaknya pertanyaan baik melalui live zoom maupun streaming Youtube. Selain itu peserta juga mendapatkan hadiah menarik untuk yang bisa menjawab pertanyaan seputar materi dari para narasumber. (RO/OL-09)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *