Kemensos Bekukan 21 Juta Penerima Bansos Tunai Covid-19

oleh

KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) terus menyaring data penerima bantuan sosial (bansos) tunai pandemi covid-19 di Indonesia. Sebanyak 21 juta penerima bansos tunai dibekukan Kemensos.

“Karena ada 21 juta yang kita tidurkan, kami meminta daerah-daerah untuk memberikan usulan tambahan untuk bisa kita tampung dan kita berikan bantuan,” kata Menteri Sosial Tri Rismaharini di Jakarta, Sabtu (1/5).

Risma menjelaskan sebanyak 21 juta orang itu tercatat sebagai penerima bansos tunai ganda. Data mereka harus dibekukan untuk membuat penyaluran bansos tunai lebih akurat lagi.

Baca juga: Siap Gantikan Antigen, Akurasi GeNose 97% dan Lebih Murah

Kemensos juga terus memperbaiki data penerima bansos tunai agar bisa tepat tujuan. Pemerintah terbuka kepada kepala daerah untuk memberikan masukkan untuk pemberian bansos tunai ke warganya.

“Dari usulan daerah kurang lebih hanya 5 juta yang diusulkan yang kepala keluarganya dari kami,” ujar Risma.

Risma mengatakan usulan kepala daerah dibutuhkan untuk memperbaiki data pemberian bansos covid-19. Hal itu perlu dilakukan karena pemerintah daerah lebih paham dengan rakyatnya ketimbang pemerintah pusat

Pembenahan data ini tidak mudah. Kemensos masih kesulitan untuk mendata penduduk yang membutuhkan di daerah pedalaman.

“Ada enam daerah, itu yang kita tidak bisa laterlek (tidak ditemukan) sekali dengan data kependudukan,” tutur Risma. (OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *