Kamis, Buruh Lanjutkan Aksi Boikot Indomaret

oleh

PRESIDEN Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz mengungkapkan, pada Kamis (3/6) mendatang, kampanye boikot Indomaret serentak oleh buruh berlanjut di berbagai daerah di Indonesia. Aksi boikot diketahui pernah terjadi, Selasa (27/5).

Dia menyebut, sampai dengan hari ini, Senin (31/5), belum ada lanjut dari pembicaraan antara manajemen Indomarco dengan FSPMI yang beberapa hari lalu difasilitasi Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial (HPI) Kementerian Ketanagakerjaan (Kemnaker)

“Oleh karena itu, FSPMI akan melanjutkan kampanye boikot produk Indomaret pada hari Kamis pekan ini,” kata Riden dalam keterangannya, Senin (31/5).

Dia berharap, dalam waktu dekat segera ada pembicaraan tindak lanjut dengan manajemen PT Indomarco Prismatama untuk menyelesaikan perselisihan yang terjadi antara buruh dan pihak manajemen.

Kasus ini pun bermula saat pihak Indomaret bersikeras membawa kasus pegawainya bernama Anwar Bessy ke pengadilan. 

Seperti diketahui, Anwar Bessy adalah seorang buruh di Indomaret yang menuntut pembayaran THR 2020 dari perusahaan. Saat dia menuntut Anwar diketahui merusak gypsum kantor. Atas kejadian itu, manajemen pun langsung membawa kejadian ini ke ranah hukum.

Sementara, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menyampaikan dukungan penuh terhadap rencana boikot produk Indomaret yang akan dilakukan pada Kamis besok di ratusan toko Indomaret di seluruh Indonesia.

Menurut Iqbal, rencana kampanye aksi boikot produk Indomaret harus tetap didahului dengan upaya untuk berunding dengan manajemen Indomaret Group.

“Aksi kampanye boikot Indomaret bukanlah tujuan utama KSPI dan FSPMI. Tetapi untuk mencari solusi atas kebuntuan penyelesaian kasus yang terjadi. Kami tetap berharap akan ada penyelesaian win-win solution,” tegasnya.

Said Iqbal mengungkapkan, ada empat tuntutan buruh kepada manajemen. Pertama ialah, membebaskan dan pekerjakan kembali Anwar Bessy. Lalu, manajemen Indomaret menjalankan memorandum atau peraturan perusahaan termasuk menjalankan pembayaran THR sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya.

Kemudian, meminta Menteri Tenaga Kerja untuk memfasilitasi pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) antara top manajemen Indomaret dengan DPP FSPMI yang mana PKB tersebut berlaku secara nasional.

Rencananya, aksi boikot akan meliputi 20 toko Indomaret di Jakarta, 30 toko Indomaret di Jawa Barat, 10 toko Indomaret di Banten, 10 toko di Jawa Tengah, 20 toko di Jawa Timur, 10 toko Sumatera Utara, 10 toko di Kepulauan Riau, dan puluhan yang lain di Lampung, Riau, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Bengkulu, NTB, dan beberapa daerah yang lain.

“Aksi di depan toko Indomaret ini akan berlangsung selama 3 hari,” lanjut Iqbal.

Pada 10–13 Juni 2021, lanjutnya, aksi akan dilanjutkan di Depan Kantor Bursa Efek di Jakarta. Bersamaan dengan itu, sampai dengan akhir Juni aksi boikot akan dilanjutkan di beberapa toko Indomaret lainnya di seluruh wilayah Indonesia. (OL-8)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *