Jubir Luhut Respon Tudingan Masuknya TKA Tiongkok Jadi Intelijen

oleh

JURU Bicara (jubir) Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan Jodi Mahardi angkat bicara soal tudingan yang dilontarkan pengamat politik Rocky Gerung soal kedatangan puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) Tiongkok ke Indonesia pada Selasa (4/5) lalu.

Rocky menyebut kedatangan TKA Tiongkok itu merangkap intelijen yang mengawasi proyek-proyek atau lainnya di Tanah Air. Jodi pun mengatakan pemerintah bisa mengantisipasi jika memang ada penyusup masuk yang mematai-matai RI.

“Kami percaya intelijen negara kita tangguh dan profesional untuk bisa mendeteksi dini dan memberi peringatan dini guna mencegah terjadinya ancaman dimaksud apabila ada,” ungkap Jodi kepada Media Indonesia, Rabu (12/5).

Jodi menambahkan, yang harus diwaspadai ialah konflik tersembunyi, ketidaksukaan suatu individu dengan individu atau dengan kelompok lainnya yang tersembunyi di kalangan masyarakat Indonesia sendiri.

“Semangat persatuan saat ini sangat penting untuk kita tidak mudah terprovokasi,” tegasnya.

Perihal maksud dan tujuan kedatangan puluhan TKA Tiongkok ke Tanah Air melalui pesawat China Southern Airlines (charter flight) dengan nomor penerbangan CZ8353 dari Shenzhen di Terminal 3 Bandara Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Jodi enggan berkomentar. Menurutnya, hal itu bukan menjadi kewenangan pihaknya.

“Imigrasi yang punya data lengkapnya,” tukas Jodi.

Baca juga: Menhub Tegaskan Tangguhkan Penerbangan Sewa Angkut TKA Tiongkok

Diketahui, dalam video yang diunggah di akun Youtube Rocky Gerung Official pada (9/5) lalu, mantan dosen ilmu filsafat di Universitas Indonesia itu mengatakan kedatangan para TKA Tiongkok di masa pra pelarangan mudik lebaran bukan tanpa alasan.

Menurutnya, para TKA atau pengusaha Tiongkok sejak dulu ditanamkan berperan sebagai intelijen negara dalam mengawasi proyek atau sesuatu hal.

“TKA Tiongkok itu intelijen negara, itu sudah menjadi tradisi yang ditanamkan sejak lama. Bank Tiongkok itu kan mensponsori habis-habisan pembangunan di negara-negara Arab, Afrika. Indonesia harus tahu, investasi Tiongkok itu selalu kerangka geopolitik,” ucap Rocky. (Ins)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *