Jennifer Dunn Minta Netizen Stop Menghujat: Please Terima Aku yang Baru

oleh

TABLOIDBINTANG.COM – Sejak memutuskan berhijab, Jennifer Dunn mengaku sering merenung menyesali perbuatannya di masa lalu. Mantan model seksi kontriversial itu diketahui pernah dua kali dipenjara karena narkoba, bahkan dituding sebagai perebut laki orang atau pelakor setelah nikah dengan pengusaha kaya Faisal Haris.

Meski sampai sekarang masih banyak yang menghujat, Jennifer Dunn berserah diri dan tidak peduli penilaian orang terhadapnya. Jennifer berusaha memohon ampun pada Tuhan dan ingin memperbaik diri ke jalan yang lebih baik.

“Buat aku enggak penting ya (minta maaf ke masyarakat). Aku lebih kayak, ‘Ya Allah, maafin aku, aku banyak dosa, tolong ubah aku jadi yang lebih baik. Jadikan aku orang yang sabar hadapi apa yang orang omong tentang aku, kasih aku kelembutan dalam tiap tutur kata aku, ubah aku jadi lebih baik.’ Gitu saja sih,” ungkap Jennifer Dunn di channel YouTube MD Entertainment belum lama ini.

Jennifer Dunn. (Seno/tabloidbintang.com)

Jennifer Dunn berharap usahanya memperbaiki diri bisa dilihat dan masyarakat yang sudah memandangnya negatif bisa memaafkan dirinya.

“Please terima aku yang baru, aku mau berubah jadi lebih baik, jangan hujat aku terus dong,” minta Jennifer Dunn.

Jennifer Dunn juga merasa lelah terus dihujat. Ibu anak satu itu menegaskan dirinya bisa berubah jadi lebih baik dan tinggalkan masa lalunya yang kelam.

“Kashian sama keluarga dong, kasihan sama anak aku yang dengar. Apa sih perasaan seorang anak kalau ibunya digituin itu. Namanya juga seorang Mama pengin jadi yang terbaik, kasih kesempatan untuk menunjukkan kita yang baru dan yang terbaik. Jangan dibilang modus atau pencitraan, aku juga butuh semangat,” pungkas Jennifer Dunn.

Jennifer Dunn. (Seno/tabloidbintang.com)

Jennifer Dunn. (Seno/tabloidbintang.com)

(pri)

KOMENTAR

Komentar adalah tanggapan pribadi, bukan mewakili kebijakan redaksi tabloidbintang.com. Kami berhak mengubah atau tidak menayangkan komentar yang mengandung kata-kata berbau pelecehan, intimidasi, dan SARA.

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *