Jatah Vaksin Terbatas, Bupati Buleleng Atur Skema Distribusinya

oleh

SEJAK awal pendistribusian vaksin covid-19, Kabupaten Buleleng mendapatkan vaksin dengan jumlah yang terbatas. Karenanya, Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, yang juga Ketua Satgas Penanganan covid-19 telah mengatur skema penyaluran vaksin sebaik mungkin. Hal itu agar apa yang menjadi skala prioritas vaksinasi itu dapat terpenuhi dengan keterbatasan jumlah vaksin.

Gubernur Bali mengeluarkan kebijakan bahwa vaksinasi diberikan kepada daerah-daerah yang sudah ditetapkan zona hijau lebih awal, seperti Sanur dan Ubud. Daerah-daerah itu juga merupakan daerah yang memberikan efek langsung terhadap kegiatan kepariwisataan.

Dengan keterbatasan vaksin yang diberikan, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng mampu menstimulasikan dengan baik.

Baca juga: Pemda di Malang Kebut Vaksinasi Pekerja

“Saya sudah atur skemanya sebaik mungkin, dimana saya harus berikan vaksinnya. Sehingga dengan ketersediaan vaksin yang tidak terlalu banyak itu mampu menjawab penurunan angka covid-19 ke depan secara signifikan,” ujar Agus saat dikonfirmasi, Rabu (2/6).

Di Buleleng, lanjut dia, yang menjadi prioritas vaksinasi, salah satunya adalah para Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan pelaku pariwisata lainnya.

Itu ditujukan untuk memberikan rasa aman, sehingga mereka dapat melakukan aktivitas yang muaranya tentu pada kegiatan perekonomian.

Ketika sektor pariwisata itu mulai ada harapan di luar negeri untuk bisa berjalan, ia mengambil langkah untuk PMI diberikan vaksin terlebih dahulu sehingga ada kepastian menyangkut kesehatan mereka dan bisa kembali bekerja di kapal pesiar.

Pekerja pariwisata asal Buleleng yang merantau ke berbagai daerah wisata juga cukup banyak. Dan itu dampaknya memberikan kontribusi kepada masyarakat di Buleleng.

“Dulu, orang kan berpikir Buleleng tidak terlalu berpengaruh karena pariwisata tidak banyak, itu salah. Justru anak muda kita banyak yang bekerja di sektor ini dan mereka memberi kontribusi terhadap kesinambungan kehidupan mereka di pedesaan,” imbuh Agus.

Dengan optimisme penanganan covid-19 yang dilakukan Tim Satgas, baik itu di tingkat desa hingga kabupaten, Agus yakin dalam tiga hingga empat bulan ke depan kegiatan masyarakat di Buleleng akan pulih kembali. Tergantung bagaimana cara melakukan pendekatan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Harapan saya, September, mudah-mudahan Buleleng sudah normal kembali. Ini tidak terlepas juga dari kedisiplinan masyarakat, memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas,” tutupnya. (OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *