Jagung Dikuasai Tengkulak, BKP Kementan Turun Tangan

oleh

PETERNAK unggas mengeluhkan harga pakan jagung, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) pun langsung turun ke daerah. Penguasaan pakan jagung oleh spekulan yang dianggap sebagai biang kemahalan, jadi perhatian serius.

Hal tersebut mengemuka saat berlangusng dialog ‘Gerakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Jagung’ antara Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan Badan Ketahanan Pangan Dr Risfaheri dengan para peternak ayam di Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, Kabupaten Boyolali, Selasa (1/6).

Hadir dalam dialog untuk mengurai permainan pasokan dan harga jagung ini antara lain Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Agus Wariyanto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Boyolali Joko Suhartono, Satgas Pangan Boyolali dan para peternak ayam petelur yang tergabung dalam Koperasi Pinsar Petelur Nasional (KPPN).

Baca Juga: Strategi Kementan Jaga Ketahanan Pangan Nasional

Risafaheri menegaskan, sebenarnya cadangan jagung nasional lebih dari cukup, bahkan berlebih. Namun sayangnya, rantai pasok dikuasai oleh oknum distributor maupun para spekulan. “Dengan penguasaan itu mereka mengontrol dan mempermainkan harga jagung,” kata dia.

Karena itu, untuk mengurai dan menstabilkan kembali harga jagung, Dinas Ketahanan Pangan di daerah bersama Satgas Pangan harus bergerak bersama, melakukan tindakan di lapangan. “Kita paksa mereka mengeluarkan jagung dari gudangnya, agar harga jadi layak kembali,” tegas dia.

Campur tangan pemerintah bersama Satgas Pangan memang sangat ditunggu Pusat Informasi (Pinsar). “Campur tangan pemerintah akan mampu menstabilkan harga pakan jagung,” terang Ketua Pinsar Unggas Solo Raya Robby Susanto.

Baca Juga: Kementan Subsidi Distribusi untuk Stabilkan Pasokan & Harga Jagung

Dia mengakui, pakan jagung memang dikuasai beberapa spekulan dan para pedagang besar dan peternak ayam sulit mengakses jagung dengan harga yang layak. Saat ini harga terus melambung mencapai Rp6.000 dari tadinya kisaran Rp3.500-Rp3.800.

Harga patokan Rp6.000 ini jelas membuat kelimpungan para peternak ayam petelur yang menggantungkan jagung sebagai pakan pokok unggas miliknya, selain konsentrat tambahan. “Jadi pemerintah memang harus turun tangan, agar pada masa sulit (pandemi covid) ini bisa bernafas dan bergerak,” imbuh dia.

Pasa bagian lain, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jawa Tengah Agus Wariyanto akan membantu biaya distribusi sebagai meringankan peternak dalam upaya mendapatkan jagung yang terkendala belakangan ini.

“Dengan subsidi biaya distribusi ini, harga jagung yang saat ini bertahan di angka Rp6.000 akan turun. Ya minimal jadi Rp5.000. Setidaknya langkah subsidi ini merupakan shock therapy,” tegas dia yang menyebut dua daerah di Solo Raya yakni Kota Solo dan Boyolali sudah menerima subsidi biaya distribusi tersebut.

Lebih dari itu, Dinas Ketahanan Pangan Jateng kini juga memfasilitasi pembentukan badan usaha koperasi bagi para peternak unggas dalam mengatasi permasalahan harga jagung . (WJ/OL-10)

Badan Ketahanan Pangan Kementan turun ke daerah menjawab keluhan para peternak ayam petelur yang diombang-ambingkan harga pakan jagung. (MI/Widjajadi)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *