Italia hidupkan semangat hadapi Euro 2020 setelah gagal di Piala Dunia

oleh

Jakarta (ANTARA) – Kapten Giorgio Chiellini memperingatkan bahwa tim Italia sangat bersemangat menghadapi Euro 2020 dan ingin membuktikan kebangkitan mereka setelah absen dalam ajang Piala Dunia 2018 lalu.

“Kami memiliki keinginan untuk membangun kembali, menghidupkan kembali turnamen ini (Euro 2020) sebagai tim yang sangat besar,” kata bek Juventus berusia 36 tahun itu, seperti dikutip AFP, Jumat.

Seperti diketahui, Italia gagal ke Piala Dunia 2018 setelah kalah dalam babak play-off dari Swedia. Selain itu, Italia sejauh ini hanya satu kali memenangkan trofi Piala Eropa, yaitu pada 1968.

“Kekalahan di Milan melawan Swedia masih lekat dalam ingatan kami, dan kami tidak pernah bisa melupakannya. Tetapi kami berhasil mengubah kekecewaan itu menjadi antusiasme dan keinginan untuk bermain lebih baik lagi,” ujar Chiellini.

Chiellini merupakan pemain tim nasional Italia paling berpengalaman dengan 107 caps selama 17 tahun.

Dia ikut membela Italia pada laga final Euro 2012 melawan Spanyol, yang berakhir dengan kekalahan Azzurri. Namun hingga kini, Chiellini belum pernah memenangkan trofi bersama timnas Italia.

“Kami tidak sabar untuk menunjukkan performa kami dan menghidupkan kembali emosi itu,” tambah bek veteran itu.

Baca juga: Mancini bidik semifinal dan Italia tampil menghibur di laga pembukaan

Baca juga: Pellegrini tambah daftar cedera timnas Italia jelang Euro 2020

Sementara itu, pelatih Roberto Mancini berharap penampilan Azzurri di Piala Eropa 2020, yang ditunda selama satu tahun karena pandemi COVID-19, bisa menjadi hiburan bagi semua orang.

“Setelah semua yang terjadi, saya pikir penting untuk menghibur orang-orang,” tutur Mancini.

Italia akan membuka turnamen Euro 2020 dengan pertandingan Grup A melawan Turki di Stadion Olimpico, Roma, dan disaksikan 16.000 suporter, pada Jumat (Sabtu dini hari WIB). Hanya 25 persen dari total kapasitas penonton yang diizinkan di stadion tersebut.

“Tentu saja akan lebih baik jika pertandingan ini disaksikan lebih banyak orang di stadion, tapi kami juga mempertimbangkan situasi saat ini,” ungkap Mancini.

“Jika Olimpico penuh, mereka akan menjadi pemain ke-12 di lapangan. Tetapi biar bagaimanapun, kami senang bermain di Roma, dan 16.000 orang itu sudah menjadi awal yang bagus untuk kami,” tambahnya.

Baca juga: Italia mengalahkan Ceko 4-0 pada laga pemanasan Euro 2020

Baca juga: Italia pesta tujuh gol di gawang San Marino

Lebih lanjut, tim asuhan Mancini itu bertekad memperpanjang rekor 27 pertandingan tak terkalahkan mereka.

“Saya yakin tiga tahun lalu, bahkan sampai hari ini, kami sudah menempa semangat tim dengan luar biasa,” kata Mancini.

”Pertandingan pertama selalu yang paling sulit, tetapi kami harus bermain lepas, tanpa beban, secara mental, dan melakukan tugas kami dengan baik, tampil berbeda. Ini adalah tujuan kami.”

“Kami bekerja dengan baik. Kami memiliki pemain-pemain yang bagus, dan kami telah menciptakan tim yang luar biasa.”

“Keinginan kami untuk menjalani Kejuaraan Eropa ini sebagai tim yang besar sangat kuat.”

“Kami ingin terus bermain, bersenang-senang, dan mungkin bisa sampai ke London (Stadion Wembley, lokasi final Euro 2020).” pungkasnya.

Baca juga: Pratinjau Euro 2020, dominasi bola Italia vs disiplin bertahan Turki

Baca juga: Kabar gembira bagi Prancis, Benzema siap dimainkan lawan Jerman

Baca juga: Terbukti negatif COVID-19, Llorente akan kembali ke skuad Spanyol

Pewarta: Rr. Cornea Khairany
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *