Israel dan UEA Sepakati Perjanjian Pajak

oleh

ISRAEL dan Uni Emirat Arab (UEA), Senin (31/5), menandatangani perjanjian pajak. Hal itu dikatakan Kementerian Keuangan Israel yang menggambarkan langkah tersebut sebagai pendorong bagi pengembangan bisnis antarnegara setelah mereka menormalkan hubungan pada tahun lalu.

Kementerian Keuangan UEA, Oktober lalu, mengatakan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan awal dengan Israel untuk menghindari pajak berganda.

Konvensi pajak, yang pernah diratifikasi para menteri dan parlemen tahun ini akan menjadi konvensi ke-59 Israel dan mulai berlaku pada 1 Januari 2022.

Baca juga: Iran Perkaya Rekor Persediaan Uranium di Tengah Pembicaraan Wina

Ini adalah perjanjian pajak pertama yang dicapai setelah normalisasi hubungan Israel dengan UEA dan Bahrain pada tahun lalu. Secara paralel, Israel telah bergerak untuk meningkatkan hubungan dengan Maroko dan Sudan.

Perjanjian tersebut terutama didasarkan pada model OECD, ungkap Menteri Keuangan Israel Israel Katz dalam sebuah pernyataan, sembari menambahkan bahwa itu memberikan kepastian dan kondisi yang menguntungkan untuk kegiatan bisnis dan akan memperkuat hubungan ekonomi dengan UEA.

Berdasarkan perjanjian tersebut, pemotongan pajak, dividen, dan royalti dibatasi.

Menteri Luar Negeri Israel Gabi Ashkenazi mengatakan perjanjian itu akan memungkinkan peningkatan investasi dan perdagangan yang signifikan yang akan membantu ekonomi kedua negara.

Sejak kesepakatan normalisasi ditandatangani, September tahun lalu, bank-bank Israel dan Emirat serta perusahaan lain telah menandatangani kesepakatan kerja sama, sambil juga membangun penerbangan langsung. (Ant/OL-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *