Inovasi Sosial dan Teknologi Kunci PHM Terapkan TJSL

oleh


PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengacu pada inovasi sosial dan inovasi teknologi dalam menjalankan program tanggungjawab sosial dan lingkungan (TJSL) 

Dengan dua pendekatan inovasi tersebut, mitra PHM bisa mendapatkan manfaat yang jauh lebih besar ketimbang melakukan program  dengan pendekatan tradisional. 

GM Pertamina Hulu Mahakam (PHM), anak usaha PT Pertamina Hulu Indonesia,Agus Amperianto mengatakan,  bagi PHM, pengelolaan lingkungan dan kepedulian sosial merupakan investasi sosial dengan menjadikan triple bottom line yakni profit, people dan planet sebagai pondasi dalam mewujudkan keberlanjutan perusahaan. 

“Dari sisi operasional, kita  menghadapi beberapa kendala, lapangan yang sudah mature, luas wilayah, penurunan alami produksi serta fasilitas produksi yang sudah uzur. Maka yang musti dilakukan adalah inovasi. Demikian pula untuk kegiatan tanggungjawab sosial, inovasi menjadi keharusan,” kata Agus dalam DeTalk bertema “Mengajar PROPER melalui Inovasi Sosial dan Lingkungan” yang dilakukan secara virtual, Selasa (8/6). 

Agus menjelaskan, Untuk program tanggungjawab sosiail dan lingkungan, apartemen ikan ramah lingkungan, merupakan salah satu program dengan melakukan pendekatan inovasi sosial. Program ini  merupakan inovasi perikanan untuk program Nelayanku Hebat yang dilakukan perusahaan. Apartemen ikan merupakan inovasi dari rumpon mangrove yang selama ini menjadi tempat ikan dengan membangun apartemen ikan berbasis bambu. 

Untuk program Nelayanku Hebat, PHM juga melakukan inovasi teknologi dengan menyediakan bagi nelayan GPS dan fishfinder.  Dengan GPS dan Fishfinder, nelayan bisa menentukan lokasi mana yang banyak ikan, sehingga hasil tangkapan lebih baik dan bisa menghemat penggunaan bahan bakar. “Dengan inovasi teknologi ini, nelayan bisa menghemat penggunaan bahan bakar sampai 50 persen,” katanya.

Program Apartemen Ikan PHM menjadi salah satu program yang diandalkan untuk bisa meraih Predikat PROPER Emas pada penilaian PROPER tahun ini. Program lain yang menopang target raihan PROPER Emas adalah Petani Maju 4.0 melalui inovasi pertakultur. 

Sementara itu, Direktur Utama Geo Dipa Energi Riki F Ibrahim mengatakan, salah satu program yang dilakukan Geo Dipa adalah program Sabuk Emas dalam Pengelolaan Sampah. Program lain yang juga diandalkan adalah pengomposan. Hasil sampah organik dan kering diolah menjadi kompos dan pupuk organik cair yang dipakai untuk tanaman bunga dan juga tanaman buah, seperti kopi juga sayuran.

Corporate Secretary PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Zubaidah mengatakan, tahun ini PJB menargetkan memperoleh  meraih satu PROPER Emas, Enam PROPER Hijau dan enam PROPER Biru. 

Untuk mencapai target tersebut, lanjut  Zubaidah, PJB mengembangkan tiga program Creating Shared Value (CSV), yaitu co-firing penerapan green energy pada PLTU dengan memanfaatkan biomassa sebagai  substitusi (campuran bahan bakar), dengan melibatkan UMK sebagai penyedia biomassa. 

Environmental Department Head PT Adaro Energy Tbk, Wiyana, mengatakan, Adaro akan berfokus pada tiga program unggulan. Tiga program tersebut yakni, Mbah Asri, membangun kampung hijau, sehat dan lestari.

“Di luar program tersebut, Adaro sebenarnya memiliki program dengan nama Adaro Untuk Negeri,” katanya. (RO/E-1)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *