Indonesia Targetkan Ekspor 1.000 Tenaga Kesehatan hingga 2022

oleh

PEMERINTAH Indonesia menargetkan untuk mengirimkan 1.000 tenaga kerja kesehatan ke luar negeri pada 2021-2022. Untuk mencapai target ini, penting bagi pemerintah untuk berkolaborasi dengan pihak swasta.

Itu disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk United Arab Emirates Husin Bagis saat pemberangkatkan gelombang perdana 30 tenaga perawat profesional oleh Binawan Group, Senin (7/6). “Keberangkatan para tenaga perawat ini menunjukan bahwa tenaga kerja migran Indonesia, terutama para perawat, telah memiliki kualitas yang layak untuk berkompetisi dengan perawat dari negara lain.”

Anggota Komisi IX (Bidang Kesehatan dan Ketenagakerjaan) DPR Edy Wuryanto menyatakan bahwa pemerintah siap mendukung sinergi dengan swasta dalam pelatihan dan penyiapan sumber daya manusia Indonesia berkualitas. “Dukungan yang diberikan oleh pemerintah antara lain skema pendanaan KUR yang mudah, regulasi dan birokrasi efisien untuk mempercepat proses penempatan tenaga profesional, serta memastikan perlindungan dan kesejahteraan tenaga profesional dan keluarganya.”

Melalui sambutannya, Duta Besar United Arab Emirates untuk Indonesia H.E. Abdulla Salem Obaid AlDhaheri menyatakan bahwa keberangkatan perawat ini menandai keberlangsungan hubungan bilateral baik antara kedua negara, United Arab Emirates dan Indonesia. “Hubungan antara National Ambulance United Arab Emirates dan Binawan ialah model kemitraan hebat dan sukses yang sejajar dengan hubungan strategis United Arab Emirates dengan Republik Indonesia di sektor pemerintahan dan bisnis. United Arab Emirates mendorong tenaga medis profesional Indonesia lain untuk terus menggapai kesempatan memenuhi permintaan untuk layanan medis darurat dan layanan kesehatan umum di United Arab Emirates.”

Penempatan 30 perawat yang akan bekerja terbagi menjadi 11 di National Ambulance United Arab Emirates, 8 di Aamer Health Care Center United Arab Emirates, serta 11 di Alorf Hospital Kuwait. Pada tahun ini Binawan akan memberangkatkan 500 perawat profesional Indonesia secara bergelombang sampai dengan Desember 2021 untuk memenuhi permintaan dari National Ambulance UAE dan berbagai rumah sakit di United Arab Emirates, Kuwait, Qatar, dan Saudi Arabia.

Itu merupakan bagian dari program jangka panjang Binawan Group sampai 2025 untuk menempatkan 22.000 tenaga kesehatan Indonesia di Timur Tengah, Jepang, Singapura, Jerman, Kanada, Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru. Keberhasilan program ini diharapkan akan menjadi sumber devisa bagi negara sebesar Rp5,7 triliun per tahun untuk membantu pembangunan daerah, peningkatan kesejahteraan tenaga kesehatan dan keluarganya, serta berkontribusi dalam capacity building mutu pelayanan kesehatan di Indonesia.

Program besar penempatan tenaga kesehatan akan dilakukan melalui kerja sama berbagai lembaga pendidikan, lembaga pelatihan tenaga kesehatan, lembaga pelayanan kesehatan, serta lembaga penempatan tenaga kerja di Indonesia dan Internasional, secara bersama melalui kemitraan dalam lembaga International Healthcare Training Program (IHTP). IHTP akan melakukan rekrutmen tenaga kesehatan Indonesia yang berminat untuk bekerja di luar negeri yang kemudian kepada mereka akan diberikan pelatihan untuk memenuhi standar tnternasional yang dipersyaratkan.

Untuk dapat diterima bekerja di luar negeri para perawat Indonesia yang berminat harus mengikuti persiapan berupa kursus bahasa asing, matrikulasi kompetensi keperawatan, pelatihan berbagai spesialisasi khusus sesuai standardisasi yang dipersyaratkan oleh lembaga pelayanan kesehatan di luar negeri. Di samping berbagai pelatihan tersebut para perawat diwajibkan mengikuti tes International Prometric, terkait hal ini Binawan juga menyelenggarakan persiapan untuk menghadapi tes tersebut.

 

Deputy Chairman Binawan Group Said Saleh Alwaini dalam laporan menyatakan bahwa tingginya kebutuhan tenaga kerja kesehatan di berbagai negara di dunia saat ini menjadi peluang bagi putra-putri Indonesia yang mampu bersaing menggapai kesempatan tersebut. “Binawan pun akan selalu melaksanakan komitmennya untuk melatih dan menyiapkan mereka melalui program pendidikan, pelatihan, dan persiapan yang diperlukan sebelum ditempatkan ke negara tujuan,” tandasnya. (RO/OL-14)


Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *